Optimalkan Perlindungan Pekerja Migran dengan Sistem Otomatisasi Terpadu

oleh -13 Dilihat

Pariaman – Ratusan lulusan sekolah kejuruan di Kota Pariaman diproyeksikan bakal menembus pasar kerja internasional pada 2026 mendatang. Pemerintah Kota Pariaman sukses mengamankan kuota pelatihan serta penempatan tenaga kerja luar negeri bagi 300 orang melalui program bertajuk “SMK Go Global”.

Kepastian tersebut didapat setelah Pemerintah Kota Pariaman menjalin kesepakatan dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Jakarta, Minggu (22/6/2026). Pertemuan strategis itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, bersama perwakilan Universitas PASIM Bandung dan Menteri KP2MI, Mukhtarudin.

Program ini menyasar tiga bidang keahlian teknis yang saat ini banyak dibutuhkan di luar negeri, yakni pengelasan (welding), perawat (caregiver), dan perhotelan (hospitality). Masing-masing sektor akan menyerap 100 peserta yang nantinya mendapatkan pelatihan vokasi berstandar internasional.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyebut inisiatif ini sebagai langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang kompetitif. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci agar lulusan SMK dari daerah mampu bersaing di kancah global.

“Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda Kota Pariaman di pasar kerja global,” ujar Yota.

Sebelum diberangkatkan ke sejumlah negara tujuan seperti Jepang, Jerman, Turki, hingga kawasan Timur Tengah, para peserta akan menjalani pendampingan intensif dan pembekalan teknis. Sertifikasi standar internasional pun bakal diberikan kepada seluruh lulusan program ini.

Kolaborasi yang melibatkan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kota Pariaman serta Universitas Nasional PASIM ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi kesejahteraan yang lebih baik bagi lulusan SMK di Pariaman.