Menparekraf Sandiaga Uno Resmikan Restoran Sederhana di Singapura

oleh -16 Dilihat
menkraf-resmikan-restoran-sederhana-di-singapura
Menkraf Resmikan Restoran Sederhana di Singapura

Singapura – Diplomasi kuliner Indonesia di panggung global kian menguat seiring dengan dibukanya gerai Restoran Sederhana di kawasan bersejarah Kampong Glam, Singapura, Minggu (14/6). Ekspansi jenama kuliner lokal ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat posisi produk dalam negeri di pasar internasional.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, yang meresmikan langsung gerai tersebut, menyatakan bahwa kuliner adalah instrumen diplomasi budaya yang sangat efektif. Menurutnya, keberhasilan Restoran Sederhana menembus pasar Singapura membuktikan bahwa produk lokal dapat bersaing secara global tanpa menghilangkan identitas aslinya.

“Restoran ini membuktikan bahwa produk kuliner lokal mampu bersaing di pasar internasional tanpa harus menanggalkan identitas serta akar budayanya,” ujar Riefky di sela-sela peresmian.

Gerai yang dikelola oleh PT Global Minang Ventura (GMV) ini menempati lokasi premium di 738 North Bridge Road. Pemilihan lokasi di Kampong Glam bukan tanpa alasan, mengingat kawasan tersebut merupakan destinasi wisata populer yang sarat akan nilai historis bagi interaksi budaya di Singapura.

Sejak uji coba operasional pada 29 Mei 2026, respons masyarakat setempat dan diaspora Indonesia tercatat sangat positif. Kesuksesan ini memicu pengelola untuk segera melakukan ekspansi lanjutan ke Melbourne, Australia, dalam waktu dekat.

President Director PT Global Minang Ventura, Nova Dana Eka Putri, mengungkapkan bahwa kolaborasi erat dengan Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi kunci utama dalam memperlancar operasional dan pengembangan sumber daya manusia di gerai tersebut.

Kehadiran Restoran Sederhana juga mendapat apresiasi dari Anggota Parlemen Singapura, Wan Rizal. Ia menilai restoran ini tidak sekadar menambah ragam kuliner di Kampong Glam, tetapi juga menjadi penerus warisan kuliner yang telah lama melekat di hati komunitas kawasan tersebut.

Pemerintah berharap capaian ini mampu memotivasi pelaku ekonomi kreatif lainnya untuk berani merambah pasar luar negeri. Langkah ini dipandang krusial untuk meningkatkan nilai ekspor nasional, mengingat sektor ekonomi kreatif saat ini telah menyumbang kontribusi signifikan sebesar Rp1.600 triliun terhadap PDB Indonesia.