Padang – Ratusan jemaah haji Debarkasi Padang telah kembali ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Minangkabau pada Kamis (11/6/2026). Di antara mereka, Busnela, guru mengaji asal Guguak Tabek Sarojo, Bukittinggi, mengaku lega sekaligus haru setelah menuntaskan ibadah haji yang dinantikannya sejak 2014.
Busnela mengatakan perjalanan ke Tanah Suci menjadi jawaban atas doa yang telah ia panjatkan sejak kecil. Ia pun tak menutupi perasaan berat saat harus meninggalkan Mekkah, meski tetap berharap bisa kembali lagi suatu saat nanti.
“Saya terharu. Rasanya tidak ingin pulang. Saya terus berdoa agar diberikan rezeki untuk bisa kembali lagi ke sini,” ujarnya saat tiba di bandara.
Selama menjalani ibadah, kemampuan bahasa Arab yang ia peroleh dari pendidikan di LIPIA Jakarta menjadi bekal penting. Dengan kemampuan itu, Busnela dapat berkomunikasi dengan warga setempat dan petugas keamanan di Arab Saudi tanpa kendala berarti.
Ia juga memanfaatkan keahlian tersebut untuk membantu jemaah lain yang mengalami kesulitan, terutama ketika berada di Raudhah, Madinah. Menurutnya, kelancaran ibadah haji sangat ditentukan oleh kesabaran dan kebersihan hati setiap jemaah.
Momen yang paling membekas bagi Busnela adalah saat ia berhasil menyentuh Ka’bah dan beribadah di Multazam. Di tengah padatnya jemaah, ia memilih bergerak mandiri agar bisa mendapat kesempatan berdoa di lokasi yang diyakini mustajab itu.
Busnela turut menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan penyelenggaraan haji Indonesia tahun ini. Ia menilai seluruh rangkaian layanan berjalan baik dan sangat membantu jemaah selama berada di Tanah Suci.
Kini, jemaah yang tergabung dalam Kloter PDG 7 itu telah kembali ke kampung halamannya dengan membawa pengalaman spiritual yang mendalam. Baginya, kemudahan yang dirasakan selama menunaikan rukun Islam kelima merupakan pertolongan Tuhan atas pengabdiannya selama ini sebagai pengajar Al-Qur’an.






