Pemko Padang Ajak UMKM Beralih ke Teknologi Digital

oleh -18 Dilihat
pemko-padang-dorong-pelaku-umkm-adopsi-teknologi-digital
Pemko Padang Dorong Pelaku UMKM Adopsi Teknologi Digital

Padang – Pemerintah Kota Padang mempercepat dorongan digitalisasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tetap kompetitif di tengah perubahan perilaku belanja masyarakat. Pemko menilai transformasi digital kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak supaya pelaku usaha tidak tertinggal oleh pesatnya pertumbuhan perdagangan daring.

Pesan itu mengemuka saat Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Setdako Padang, Syahrial Kamat, membuka workshop bertajuk “Digital Selling Mastery: Dari Onboarding hingga Optimasi Penjualan” di Balai Kota Padang, Kamis (11/6/2026).

Syahrial menegaskan, perubahan dari toko fisik ke platform online merupakan langkah yang tidak terelakkan bagi dunia usaha. Ia mengatakan, kemajuan teknologi menuntut pelaku usaha untuk bergerak cepat.

“Perkembangan teknologi menuntut kita untuk berubah. Jika tidak mampu beradaptasi, kita akan tertinggal karena produk yang unggul hari ini bisa tergeser jika tidak dibarengi dengan inovasi,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia menilai, hambatan terbesar yang masih sering muncul adalah sikap nyaman terhadap cara lama. Banyak pelaku usaha, katanya, baru melakukan perubahan ketika tekanan pasar sudah terasa kuat, padahal digitalisasi justru membuka peluang lebih besar untuk memperluas pasar, termasuk ke level ekspor.

Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang mencatat saat ini terdapat 47 ribu UMKM binaan dengan total omzet mencapai Rp952 miliar. Pemko berharap potensi tersebut terus berkembang agar mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja dan memperkuat perekonomian daerah.

Dalam workshop itu, peserta mendapatkan bekal keterampilan praktis, mulai dari aktivasi toko di marketplace, pengelolaan katalog produk, hingga strategi pemasaran digital.

Syahrial berharap materi yang diterima tidak berhenti di sesi pelatihan, tetapi segera diterapkan untuk mendongkrak penjualan masing-masing usaha.

Program tersebut juga didukung sejumlah pihak, termasuk Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Inotek Foundation.

Syahrial menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha menjadi kunci untuk membangun ekosistem UMKM yang kuat dan mampu bersaing di pasar global.