BPBD Payakumbuh Perkuat Antisipasi Dampak El Nino Ekstrem

oleh -19 Dilihat
bpbd-payakumbuh-tindak-lanjuti-arahan-pusat-perkuat-antisipasi-el-nino-ekstrem
BPBD Payakumbuh Tindak Lanjuti Arahan Pusat Perkuat Antisipasi El Nino Ekstrem

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh mulai memperkuat langkah mitigasi dini guna menghadapi ancaman fenomena El Nino ekstrem atau “El Nino Godzilla”. Kesiapsiagaan ini dilakukan menyusul prediksi musim kemarau panjang yang diperkirakan melanda wilayah Sumatera Barat pada pertengahan tahun 2026.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, menyatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti arahan Wali Kota Zulmaeta untuk meningkatkan kewaspadaan. Instruksi tersebut disampaikan usai mengikuti video konferensi bersama Kepala BMKG, Kepala BNPB, dan Asisten Operasi (Astamaops) Polri di Command Center Polres Payakumbuh, Selasa (14/04/2026).

Devitra menjelaskan, fenomena El Nino Godzilla ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut hingga 2-3 derajat di atas normal. Kondisi ini diprediksi akan memicu kekeringan berkepanjangan yang berdampak luas pada berbagai sektor strategis.

Berdasarkan data yang dipaparkan, wilayah Sumatera Barat diperkirakan memasuki musim kemarau pada Juni 2026, dengan puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Payakumbuh kini memperkuat koordinasi lintas sektor. Fokus utama antisipasi diarahkan pada potensi gagal panen di sektor pertanian, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta ancaman krisis air bersih. Selain itu, sektor kesehatan juga menjadi perhatian khusus untuk mengantisipasi lonjakan kasus ISPA, dehidrasi, dan penyakit berbasis air.

Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah teknis, di antaranya mengaktifkan Satgas Karhutla, melakukan audit irigasi, serta memastikan ketersediaan cadangan air melalui normalisasi embung.

Di sektor pangan, pemerintah mendorong percepatan masa tanam sebelum defisit air mencapai puncak, memprioritaskan distribusi air pada fase kritis tanaman, serta mengoptimalkan sistem pompanisasi. Petani juga diarahkan menggunakan varietas genjah dan membatasi perluasan tanam di wilayah yang rawan kekeringan.

Devitra menambahkan, peran aktif masyarakat sangat krusial dalam menekan dampak El Nino. Pihaknya akan terus menggencarkan edukasi mengenai budaya hemat air, pengembangan sumur resapan, diversifikasi pangan non-beras, serta larangan membakar lahan.

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh mulai memperkuat langkah mitigasi dini guna menghadapi ancaman fenomena El Nino ekstrem atau “El Nino Godzilla”. Kesiapsiagaan ini dilakukan menyusul prediksi musim kemarau panjang yang diperkirakan melanda wilayah Sumatera Barat mulai Juni hingga puncaknya pada Agustus 2026.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, menyatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti arahan Wali Kota Zulmaeta untuk meningkatkan kewaspadaan. Instruksi tersebut disampaikan usai mengikuti video konferensi bersama Kepala BMKG, Kepala BNPB, dan Asisten Operasi (Astamaops) Polri di Command Center Polres Payakumbuh, Selasa (14/04/2026).

Devitra menjelaskan, El Nino Godzilla ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut hingga 2-3 derajat di atas normal. Fenomena ini berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan yang berdampak pada sektor pertanian, kesehatan, hingga ketersediaan air bersih.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Payakumbuh memperkuat koordinasi lintas sektor. Beberapa poin utama yang menjadi fokus adalah pengaktifan Satgas Karhutla, audit irigasi, serta normalisasi embung untuk menjamin cadangan air.

Di sektor pertanian, pemerintah daerah mendorong percepatan masa tanam sebelum puncak defisit air terjadi. Petani juga diarahkan menggunakan varietas genjah dan memanfaatkan sistem pompanisasi, serta membatasi penanaman di wilayah yang rawan kekeringan.

Pemerintah juga menyoroti risiko kesehatan akibat cuaca ekstrem, seperti lonjakan kasus ISPA, dehidrasi, dan penyakit berbasis air. Masyarakat diimbau untuk membudayakan hemat air, membuat sumur resapan, serta melakukan diversifikasi pangan non-beras.

Selain itu, pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menjamin ketersediaan air bersih dan memperketat pengawasan stok pangan di pasar. Larangan membuka lahan dengan cara membakar juga kembali ditegaskan kepada masyarakat.

Devitra memastikan seluruh arahan dari pemerintah pusat akan ditindaklanjuti secara maksimal di daerah. Pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna menekan dampak negatif El Nino dan melindungi masyarakat.