Gubernur Sumbar Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Bencana

oleh -280 Dilihat
curah-hujan-masih-tinggi,-gubernur-mahyeldi-imbau-warga-waspadai-bencana-susulan
Curah Hujan Masih Tinggi, Gubernur Mahyeldi Imbau Warga Waspadai Bencana Susulan

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meningkatkan upaya mitigasi bencana menyusul prediksi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan berlangsung hingga awal Januari 2026.

Imbauan kewaspadaan ini ditujukan khususnya kepada masyarakat yang tinggal di wilayah berisiko tinggi.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menginstruksikan agar warga yang berdomisili di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS), lereng bukit, dan area rawan longsor segera mencari tempat perlindungan yang lebih aman.

“Ini penting untuk meminimalisir risiko,” tegasnya di Padang.

Menurut Mahyeldi, pasca bencana yang terjadi pada akhir November lalu, banyak sungai mengalami pendangkalan akibat sedimen banjir bandang.

Kondisi ini diperparah dengan belum optimalnya normalisasi sungai akibat fokus pemerintah daerah yang masih memprioritaskan pembukaan akses jalan di wilayah terdampak.

“Sementara intensitas hujan kembali meningkat, sungai-sungai yang terdampak belum sempat diperbaiki. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko dan mengutamakan keselamatan,” jelasnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau telah mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Senin, 15 Desember 2025, yang memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Sumbar.

Sebelas wilayah ditetapkan dalam status Waspada oleh BMKG, meliputi Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, serta Kota Padang Panjang.

Selain itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan akan melanda Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, dan Kabupaten Solok Selatan, serta berpotensi meluas ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Solok, Tanah Datar, Lima Puluh Kota, dan Dharmasraya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi Info BMKG dan media sosial @bmkgminangkabau.