Workshop Endoscopy: Padang Tingkatkan Layanan, Menkes Dorong Pemerataan

oleh -186 Dilihat
workshop-endoscopy,-mahyeldi-menkes-dorong-pemerataan-layanan-minim-luka
Workshop Endoscopy, Mahyeldi Menkes Dorong Pemerataan Layanan Minim Luka

Padang – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang kini memiliki Endo-Laparoscopy Education and Training Center, yang diresmikan bersamaan dengan Workshop Endoscopy. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pengembangan bedah minimal invasif di Sumatera Barat.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyatakan bahwa kehadiran pusat pelatihan ini merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di provinsi tersebut. “Ini adalah langkah besar bagi Sumbar untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, terutama untuk tindakan bedah minimal invasif,” ujarnya saat memberikan sambutan. Ia juga menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap kebijakan Kementerian Kesehatan dalam memperkuat ketersediaan dokter spesialis, sesuai dengan amanat Undang-Undang Kesehatan 2023. Saat ini, Sumatera Barat memiliki delapan dokter bedah digestif, dengan lima di antaranya bertugas di RSUP Dr. M. Djamil.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam arahannya, menargetkan ketersediaan layanan laparoskopi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Ia menekankan tiga keuntungan utama dari teknik bedah minimal invasif, yaitu risiko infeksi yang lebih rendah, waktu perawatan yang lebih singkat, dan efisiensi biaya. “Layanan laparoskopi bisa tersedia di seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” tegasnya.

RSUP Dr. M. Djamil ditugaskan untuk menjadi pengampu bagi 514 kabupaten/kota dalam pengembangan layanan laparoskopi, khususnya untuk kasus-kasus seperti kantung empedu, usus buntu, hernia, dan masalah kandungan. Selain itu, Menkes menyoroti masalah harga alat kesehatan di e-katalog dan menekankan pentingnya pengadaan yang transparan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, menjelaskan bahwa rumah sakit sedang berupaya mencapai standar layanan berlevel Asia dengan dukungan teknologi modern dan sumber daya manusia yang kompeten. Ia memaparkan berbagai capaian rumah sakit, termasuk status sebagai pusat transplantasi ginjal di Indonesia bagian barat dan pengembangan berbagai program fellowship.

Rumah sakit ini juga telah meluncurkan inovasi tes molekuler cepat yang mampu mendeteksi infeksi dalam waktu kurang dari 24 jam. Dovy menambahkan, “Keberadaan Endo-Laparoscopy Education and Training Center menjadi tonggak penting dalam memperkuat Center of Excellence sekaligus mempersiapkan tenaga medis menghadapi era bedah modern yang lebih aman, cepat, dan efisien.”