WIES 2025 Dorong UMKM Sumbar Tembus Pasar Global

oleh -161 Dilihat
geliatkan-perekonomian-sumbar,-wies-2025-sukses-jembatani-pelaku-usaha-lokal-dengan-pasar-global
Geliatkan Perekonomian Sumbar, WIES 2025 Sukses Jembatani Pelaku Usaha Lokal dengan Pasar Global

Padang – World Islamic Entrepreneur Summit (WIES) 2025 berhasil membuka akses pasar global bagi pelaku usaha di Sumatera Barat (Sumbar), sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah dengan nilai transaksi mencapai Rp10 miliar selama dua hari pelaksanaan pada 27-28 November 2025.

Ketua Pelaksana WIES 2025 sekaligus Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Sumbar, Sari Lenggogeni, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di sebuah kafe di Padang, Jumat (19/12/2025). Ia menjelaskan bahwa WIES dirancang sebagai wadah yang menghubungkan potensi lokal dengan peluang pasar internasional.

“Alhamdulillah, WIES telah selesai digelar dan sukses dilaksanakan. Total transaksi diperkirakan mencapai Rp10 miliar lebih, tentunya nilai transaksi ini berkontribusi menggeliatkan perekonomian Sumbar,” ujar Sari.

Menurutnya, antusiasme peserta sangat tinggi, terutama dari kalangan UMKM dan tamu internasional. Para pelaku usaha merasa puas karena dapat langsung berjejaring dengan pelaku bisnis global. Sari menambahkan, sesi kolaborasi antara UMKM lokal dan global menjadi momen yang menggembirakan meskipun belum menghasilkan kesepakatan bisnis secara langsung.

“Antusiasme peserta internasional luar biasa. Mereka sangat happy sampai titik akhir. Menariknya, ada sesi kolaborasi untuk membangun UMKM global lokal, dan itu membuat bahagia teman-teman UMKM yang bertemu langsung dengan UMKM global. Memang belum ada deal, namun potensi ke depan sangat menjanjikan,” jelasnya.

Sari juga menyoroti produk batik Indonesia yang menjadi favorit selama acara berlangsung. Beberapa mitra dari luar negeri, termasuk Yayasan Hasanah Malaysia, menunjukkan minat untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dalam pengembangan batik.

“Mereka mencari peluang kolaborasi batik dan bagaimana melakukan kerja sama. Ini menunjukkan batik kita diminati,” ungkapnya.

Dalam evaluasi kegiatan, Sari mengamati bahwa UMKM Malaysia memiliki produk yang hampir serupa dengan Indonesia, namun unggul dalam hal kemasan yang profesional dan menarik. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi pelaku UMKM lokal untuk meningkatkan kreativitas dalam pengemasan produk agar lebih kompetitif di pasar global.

“Kita lihat UMKM Malaysia produknya hampir sama, tapi bungkusnya luar biasa atau packing-nya. Hampir semua profesional, terlihat mahal. Ini penting untuk kita tingkatkan, terutama dari sisi kreativitas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sari menegaskan bahwa tujuan utama WIES adalah menjembatani pelaku UMKM nasional dengan jaringan internasional. Pelaksanaan WIES 2025 melibatkan pelaku usaha dari sekitar 20 negara, termasuk Malaysia dan Singapura, dengan UMKM Sumbar sebagai peserta utama.

Terkait nilai transaksi, Sari menyebutkan bahwa angka Rp10 miliar tersebut sebagian besar berasal dari interaksi pelaku usaha Malaysia, namun data ini masih bersifat awal dan belum mencakup keseluruhan transaksi dari negara lain.

Setelah acara, banyak tawaran kerja sama lanjutan yang masuk, termasuk permintaan agar WIES dapat digelar di luar Padang pada tahun berikutnya. Sari berharap momentum ini dapat terus dipertahankan agar UMKM lokal dapat berkembang dan menembus pasar global dengan lebih cepat.

“Kita berharap momentum ini terus terjaga, karena WIES hadir untuk membuka jalan bagi UMKM menembus pasar global. Semoga Sumbar tetap menjadi tuan rumah WIES, sehingga UMKM lokal bisa naik kelas secara cepat,” pungkas Sari didampingi panitia WIES Yulviadi Adek dan Mona Sisca.