WFH Hemat BBM? Nevi Zuairina Dorong Ketahanan Energi!

oleh -105 Dilihat
nevi-zuairina:-wacana-wfh-untuk-hemat-bbm-perlu-diimbangi-strategi-ketahanan-energi-nasional
Nevi Zuairina: Wacana WFH untuk Hemat BBM Perlu Diimbangi Strategi Ketahanan Energi Nasional

Jakarta – Anggota DPR RI, Nevi Zuairina, menilai kebijakan Work From Home (WFH) dapat menjadi solusi jangka pendek untuk merespons potensi tekanan energi akibat dinamika geopolitik global.

Politisi dari Fraksi PKS ini menyebut WFH sebagai langkah penghematan konsumsi BBM yang didorong oleh Prabowo Subianto.

Namun, Nevi menekankan bahwa kebijakan ini harus menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

“WFH dapat menjadi salah satu instrumen kebijakan dalam situasi tertentu, terutama ketika negara menghadapi potensi tekanan energi akibat konflik global,” ujar Nevi, Selasa (16/4/2024).

Nevi menjelaskan, sektor transportasi merupakan salah satu pengguna BBM terbesar, terutama di kota-kota besar.

Oleh karena itu, penerapan WFH secara terbatas dan terukur berpotensi signifikan dalam penghematan energi nasional.

Selain itu, pengurangan mobilitas kendaraan juga dapat menekan kemacetan di wilayah metropolitan serta menurunkan biaya operasional negara terkait konsumsi BBM bersubsidi dan penggunaan kendaraan dinas.

Meski demikian, Nevi mengingatkan bahwa penerapan WFH memiliki sejumlah keterbatasan.

“Tidak semua sektor ekonomi dapat menjalankan sistem kerja jarak jauh, terutama sektor industri, transportasi, perdagangan, dan berbagai layanan publik yang menuntut kehadiran fisik di lapangan,” katanya.

Nevi juga menyoroti potensi dampak ekonomi di kawasan perkotaan, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang bergantung pada aktivitas pekerja kantor.

Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan penghematan BBM tidak berhenti pada langkah jangka pendek semata.

Nevi menegaskan pentingnya kebijakan jangka menengah dan panjang untuk mengurangi ketergantungan impor minyak, meningkatkan kapasitas cadangan BBM nasional, serta mempercepat diversifikasi energi.

“Fokus kebijakan tidak boleh hanya pada slogan penghematan BBM, tetapi pada penurunan konsumsi energi yang terukur per sektor,” tegas Nevi.

Legislator asal Sumatera Barat ini menambahkan bahwa kondisi pasokan BBM nasional saat ini relatif aman, termasuk menjelang Idul Fitri.

“Langkah antisipatif tetap diperlukan agar Indonesia memiliki sistem energi yang lebih tangguh dalam menghadapi dinamika global di masa depan,” pungkas Nevi.