Wartawan Kecewa, Janji Ketua DPRD Pasaman Soal Kerjasama Media Tak Terbukti

oleh -186 Dilihat
wartawan-kecewa,-janji-ketua-dprd-pasaman-soal-kerjasama-media-tak-terbukti
Wartawan Kecewa, Janji Ketua DPRD Pasaman Soal Kerjasama Media Tak Terbukti

Lubuk Sikaping – Keterlambatan realisasi kontrak kerja sama media antara DPRD Kabupaten Pasaman dan sejumlah wartawan lokal memicu kekecewaan di kalangan jurnalis. Janji yang sebelumnya diutarakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasaman, Nelfri Afandi, terkait kontrak kerja sama media setelah pengesahan perubahan anggaran, hingga kini belum terealisasi.

Ewin, Ketua organisasi wartawan Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi Nusantara (PJID-N), mengungkapkan bahwa hingga awal November 2025, belum ada satu pun media online di Kabupaten Pasaman yang menandatangani kontrak kerja sama dengan DPRD Kabupaten Pasaman. “Hingga awal November 2025 ini belum ada satu pun rekan media online di Kabupaten Pasaman yang menandatangani kontrak kerja sama media dengan pihak DPRD Kabupaten Pasaman,” ujarnya.

Ewin mengajak seluruh wartawan untuk bersama-sama mempertanyakan kejelasan mengenai kontrak media dengan DPRD dan Humas Pemkab Pasaman yang belum menunjukkan titik terang. Pertemuan antara Ketua DPRD Pasaman dan Sekretaris DPRD dengan wartawan pada bulan September lalu sempat menjanjikan realisasi kontrak tersebut.

“Waktu itu Ketua DPRD berjanji setelah pengesahan perubahan anggaran, kontrak media khusus online akan segera direalisasikan. Tapi nyatanya sampai sekarang tidak ada kejelasan. Setiap kami koordinasi, jawabannya selalu dilempar-lempar,” kata Ewin, mengungkapkan kekecewaannya.

Menurut Ewin, janji yang diucapkan di hadapan para wartawan terkesan hanya menjadi janji manis tanpa realisasi. “Kami ini bukan minta lebih, hanya ingin kejelasan. Kalau memang tidak ada anggaran atau tidak bisa direalisasikan, sampaikan saja secara terbuka, jangan menggantungkan dengan janji manis,” tegasnya.

Para wartawan menilai bahwa kurangnya keterbukaan dan transparansi dari Ketua DPRD dan Sekretariat DPRD Pasaman mencerminkan lemahnya koordinasi dan komitmen terhadap keterbukaan informasi publik. Mereka juga mengingatkan agar tidak terjadi saling lempar tanggung jawab yang dapat merusak kepercayaan publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Ketua DPRD maupun Sekretariat DPRD Pasaman terkait belum terealisasinya kontrak kerja sama media tersebut. Para wartawan berharap agar janji yang pernah diucapkan dapat dibuktikan dengan tindakan nyata, bukan sekadar retorika politik.