Wali Kota Pariaman Ajak Anak Lestarikan Permainan Tradisional

oleh -347 Dilihat
wali-kota-pariaman-buka-fun-holiday:-ajak-anak-tinggalkan-gawai,-main-tradisional
Wali Kota Pariaman Buka Fun Holiday: Ajak Anak Tinggalkan Gawai, Main Tradisional

Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman berupaya mendorong interaksi sosial dan pelestarian permainan tradisional di kalangan anak-anak melalui kegiatan “Fun Holiday”. Acara yang dibuka pada Kamis (3/7) oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, bertempat di Desa Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Desa Tungkal Selatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), serta Forum Anak Kota Pariaman. Turut hadir dalam acara tersebut Pelaksana Tugas Kepala DP3AKB, Yulia, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Disdikpora, Yurnal, Camat Kecamatan Pariaman Utara, Adi Nugraha beserta istri, BPD, niniak mamak, dan anak-anak Desa Tungkal Selatan.

Dalam sambutannya, Yota Balad menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung anak-anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif. “Tanpa dorongan orang tua, anak-anak kita mungkin tidak bisa datang pada acara ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi hal yang menyenangkan bagi anak-anak.

Yota Balad juga menyoroti kekhawatiran pemerintah kota terhadap penggunaan gawai yang berlebihan di kalangan anak-anak. “Jangan biarkan anak-anak kita berdiam diri di rumah dengan menggunakan gaget, tetapi dorong anak-anak untuk bersilaturahmi dan bermain sehingga motorik tubuhnya bisa berfungsi dan menghilangkan kecanduan terhadap gaget,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yota Balad menjelaskan keseriusan Pemko Pariaman dalam dunia pendidikan, dengan meminta sekolah melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk tidak memberikan pekerjaan rumah (PR) melalui gawai, melainkan dikerjakan secara manual. “Kepada anak-anak kami, bapak harapkan jangan fokus menggunakan gaget tetapi ayo kita berteman dan bermain untuk menikmati kondisi di lingkungan sekitar,” imbaunya.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Tungkal Selatan, Sitti Mayarsari Handayani, menjelaskan bahwa kegiatan “Fun Holiday” merupakan inisiatif desa bersama ibu-ibu PKK dan Karang Taruna, yang juga menjadi momentum libur kenaikan kelas bagi anak-anak. “Tujuan kegiatan ini adalah selain mengisi hari libur juga menghidupkan kembali budaya tradisional,” ungkapnya.

Sitti Mayarsari Handayani menambahkan, “Mungkin di zaman sekarang ini anak-anak kita banyak yang menggunakan gaget, tetapi dengan kegiatan ini kita kembali hidupkan permainan tradisional bagi anak-anak kita khususnya di Desa Tungkal Selatan.”

Kegiatan “Fun Holiday” berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 3 hingga 4 Juli 2025. Rangkaian acara meliputi jalan santai, mendengarkan cerita dongeng, edukasi perlindungan anak, dan permainan tradisional.