Tim PKM Pascasarjana Unand Bantu Korban Banjir Agam

oleh -180 Dilihat
tim-pkm-pascasarjana-unand-bantu-korban-banjir-bandang-dan-galodo-di-agam
Tim PKM Pascasarjana Unand Bantu Korban Banjir Bandang dan Galodo di Agam

Agam – Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam pada November 2025 lalu, masih dirasakan oleh masyarakat hingga saat ini. Sebagai bentuk kepedulian, tim dari Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir dan tanah longsor di dua lokasi terdampak, Selasa (16/12).

Tim Pengabdian kepada Masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat Membantu Nagari Membangun (PKM–MNM) Pascasarjana Unand, yang dipimpin oleh Rudi Febrianmansyah, bergerak sejak pagi hari menuju Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak, dan Nagari Matur Mudik.

Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat pasca-bencana melalui distribusi bantuan kemanusiaan. “Kami berharap seluruh masyarakat selalu sabar dan tawakal dan segera bangkit membangun kehidupan baru,” ujar Rudi Febrianmansyah dalam sambutannya di Jorong Kuok Tigo Koto.

Di Jorong Kuok Tigo Koto, yang terletak di pinggir Danau Maninjau, tim menyerahkan sekitar 100 paket sembako kepada 40 kepala keluarga (KK) yang mengungsi. Romi Dt Marajo, Wali Jorong, menerima bantuan tersebut secara simbolis.

Romi Dt Marajo menjelaskan bahwa Jorong Tigo Koto termasuk wilayah yang paling parah terdampak banjir dan galodo. “Sekitar 25 buah rumah hancur dan rusak berat akibat diterjang galodo, termasuk beberapa mobil hancur diterjang kayu gelondongan dan lumpur,” ungkapnya.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi pada 27 November 2025, sekitar pukul 13.30 WIB itu, berlangsung sangat cepat. “Air yang bercampur lumpur dan kayu-kayu besar menghantam rumah-rumah penduduk siang itu,” katanya. Masyarakat panik dan tidak banyak barang berharga yang bisa diselamatkan akibat luapan sungai yang semakin melebar.

Selanjutnya, tim bergerak menuju Nagari Matur Mudik, di sekitar Kelok ke-35 dari Kelok 44. Di lokasi ini, banjir besar dan galodo juga menyebabkan 7 rumah hanyut dan jalan jorong terputus.

Hendrianto, Kepala Jorong setempat, mengatakan bahwa masyarakat yang terdampak musibah ditampung di tempat pengungsian. Di sini, tim menyerahkan lebih dari 100 paket sembako dan pakaian layak pakai kepada Wali Jorong dan perwakilan ibu-ibu setempat. Bantuan diserahkan oleh Rudi Febrianmansyah, Marlina, Yenni Narni, Oknovia Susanti, dan Widya Fitriana.