Bukittinggi – Bantuan terus mengalir untuk korban galodo di Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kali ini, uluran tangan datang dari negeri jiran, Malaysia.
Dua organisasi masyarakat asal Terengganu, Malaysia, yaitu Perhubungan Puteri Islam Provinsi Terengganu dan Tabung Fund for Ummah (FFU) Koperasi Homestay Teluk Ketapang, menyalurkan bantuan sosial untuk meringankan beban para korban.
Bantuan berupa dana tunai diserahkan langsung kepada tiga kepala keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta akibat bencana tersebut.
Ketua Fund for Ummah Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Mohd. Azmi bin Abdul Aziz, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan hasil donasi dari masyarakat Terengganu yang tergerak hatinya melihat penderitaan yang dialami oleh saudara serumpun di Indonesia.
“Kami dari Terengganu sudah biasa menghantarkan bantuan ke daerah-daerah yang tertimpa musibah, seperti Aceh dan Sumatera Barat,” ujar Azmi.
Untuk Silareh Aia, pihaknya menyerahkan bantuan kepada tiga kepala keluarga dengan total Rp10 juta.
Azmi menambahkan, dana tersebut dikumpulkan dari warga yang berempati terhadap korban galodo yang terjadi pada 27 November 2025.
“Kami sangat berempati terhadap saudara serumpun yang ditimpa bencana, baik di Aceh Tamiang maupun di Nagari Silareh Aia, Palembayan, Agam,” katanya.
Penyerahan bantuan ini juga didampingi oleh Masri, pejabat dari Dinas Pendidikan setempat yang merupakan mitra Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Terengganu.
Bantuan dari Malaysia ini menjadi bukti bahwa ikatan kemanusiaan dan persaudaraan tidak mengenal batas negara.






