Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendesak kepolisian untuk segera menuntaskan kasus penganiayaan yang menimpa seorang nenek berusia 68 tahun di Kabupaten Pasaman.
Desakan ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, kepada Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta, Senin (5/1/2025).
Vasko meminta agar pelaku penganiayaan terhadap Saudah, warga Kabupaten Pasaman, segera ditangkap tanpa pandang bulu.
“Saya minta tolong segera dieksekusi Pak Kapolda (para pelaku penganiayaan Nenek Saudah),” tegas Wagub Vasko usai Apel Gabungan ASN di lingkungan Pemprov Sumbar.
Menurut Vasko, penganiayaan terhadap seorang wanita lanjut usia adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Ia menyebut perbuatan pelaku sebagai tindakan “kurang ajar” karena menyasar orang yang lemah.
Kapolda Sumbar langsung merespons dengan menghubungi Kapolres Pasaman, AKBP Muhammad Agus Hidayat, untuk meminta laporan perkembangan penanganan kasus.
Kapolres melaporkan bahwa penyidik telah melakukan olah TKP, meminta keterangan korban, dan mengantongi enam nama terduga pelaku. Korban juga telah menjalani visum.
Kapolda meminta agar penyidikan dipercepat dan kasus ini segera terungkap.
“Malu aku sama Pak Wagub nih, sampai didatangin Pak Wagub ke kantor. Malu saya kalau tidak bisa diproses yah,” ujar Kapolda.
Wagub Vasko kembali meminta Kapolres Pasaman menindaklanjuti kasus ini hingga pelaku ditangkap. Ia mengapresiasi langkah awal penyelidikan, namun menekankan penegakan hukum harus dilakukan tanpa kompromi.
“Terima kasih Pak Kapolres, mohon segera ditangkap pelakunya pak. Ini kok tega banget orang itu kan. Pokoknya tidak ada cerita, siapapun backingan-nya, tangkap pak, kita lawan saja. Ini terlalu kurang ajar Pak,” tegas Vasko.
Kasus penganiayaan ini terjadi di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman pada Kamis (1/1/2026).
Warga menemukan Saudah dalam kondisi luka lebam di wajah dan kedua mata membiru, diduga akibat kekerasan di sekitar aliran sungai.
Diduga, pelaku penganiayaan adalah kelompok penambang ilegal. Namun, polisi masih mendalami fakta di lapangan.
Saudah kini menjalani perawatan medis. Dalam kondisi lemah, ia menuturkan bahwa dirinya hanya meminta agar kegiatan penambangan dihentikan pada siang hari.
Saat menyorotkan senter ke arah beberapa orang di lokasi, ia dilempari batu, dipukuli, dan diseret ke semak-semak hingga tak sadarkan diri.
Polisi terus mengembangkan penyelidikan dan berjanji akan memproses kasus ini hingga tuntas.






