Sumbar Gandeng BPKP: Evaluasi Anggaran 2026, Tingkatkan Efisiensi

oleh -52 Dilihat
pemprov-sumbar-gandeng-bpkp-evaluasi-perencanaan-dan-penganggaran-tahun-2026
Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2026

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumbar untuk mengevaluasi perencanaan dan penganggaran tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada hasil.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pentingnya evaluasi ini. Tujuannya adalah untuk memastikan kualitas perencanaan, konsistensi dengan penganggaran, serta efektivitas pelaksanaan program di lapangan.

“Melalui evaluasi ini, kita dapat melihat kualitas perencanaan, konsistensinya dengan penganggaran, serta efektivitas pelaksanaannya di lapangan,” ujar Mahyeldi saat menerima Laporan Eksekutif Daerah (LED) Semester II Tahun 2025 dari BPKP Perwakilan Sumbar, Selasa (7/4/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati/Wali Kota se-Sumbar di Auditorium Gubernuran.

Mahyeldi menambahkan, masukan dan rekomendasi strategis dari BPKP sangat penting dalam menyempurnakan arah kebijakan pembangunan daerah. Sinergi antara Pemprov Sumbar dan BPKP akan terus diperkuat agar pembangunan berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.

“Pengawasan dari BPKP sangat diperlukan agar setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Penguatan pengawasan terhadap program prioritas, terutama pemulihan pascabencana dan mitigasi bencana, juga menjadi perhatian utama. Sumbar merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Pemprov Sumbar berkomitmen membuka akses data dan dokumen yang dibutuhkan BPKP dalam evaluasi perencanaan dan penganggaran tahun 2026.

Kepala Perwakilan BPKP Sumbar, Arif Ardiyanto, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengawal akuntabilitas dan efektivitas program strategis daerah melalui pengawasan yang adaptif dan kolaboratif.

“Dalam LED Semester II Tahun 2025, terdapat tiga isu utama yang menjadi perhatian kami, yaitu keberlanjutan produksi pangan, infrastruktur dan distribusi pangan, serta intervensi cadangan pangan untuk stabilisasi harga. Sejumlah rekomendasi telah kami cantumkan sebagai bahan evaluasi,” jelasnya.

Arif menilai, capaian pembangunan Sumbar secara umum cukup bagus dan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran BPKP, Bupati/Wali Kota se-Sumbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, serta kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar.