Padang – Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) merayakan hari jadinya yang ke-80 pada Rabu, 1 Oktober 2024, namun perayaan tersebut dibayangi oleh kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi daerah yang stagnan. Peringatan tersebut ditandai dengan sidang paripurna DPRD yang dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan pemangku kepentingan dari tingkat provinsi, kota, kabupaten, hingga nasional.
Di tengah perayaan usia yang ke-80, terungkap bahwa pertumbuhan ekonomi Sumbar masih berada di angka 3,94 persen, sebuah fakta yang menempatkan provinsi ini pada posisi terendah di antara provinsi-provinsi lain di Pulau Sumatra. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pengusaha dan ekonom mengenai penyebab rendahnya angka pertumbuhan ekonomi tersebut.
Menanggapi hal ini, pengusaha nasional Jefri Nedi menyatakan bahwa angka pertumbuhan ekonomi 3,94 persen pada kuartal kedua tahun 2025 harus menjadi pemicu bagi seluruh elemen masyarakat Sumbar untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. “Jangan patah arang dengan fakta PE segitu, tapi jadikan pemantik kerja keras semua pemangku kepentingan di Sumbar,” ujarnya kepada media.
Jefri Nedi menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Gubernur, Bupati, Wali Kota, dan wakil-wakil mereka dalam membuka peluang investasi. Ia juga menyoroti perlunya kemudahan dan transparansi bagi investor yang berminat menanamkan modalnya di Sumbar, menghindari birokrasi yang berbelit dan mahal. “Harus ramah dan mudah serta transparan kepada investor yang berminat menanamkan modalnya di Sumbar,” katanya.
Potensi besar yang dimiliki Sumbar, mulai dari sumber daya alam hingga sumber daya manusia, seharusnya mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi. “Selain potensi besar itu, orang Sumbar kaya ide, bahkan DNA orang Sumbar itu pedagang, malah sudah banyak orang Sumbar berlevel saudagar di berbagai kota besar di Indonesia. Jadi tak mungkinlah PE 3,94 persen itu harus bertahun pula melekat ke Sumbar,” ungkapnya.
Jefri Nedi mengajak seluruh masyarakat Sumbar untuk menjadikan momentum usia 80 tahun ini sebagai kebangkitan ekonomi dengan menargetkan pertumbuhan optimistis sebesar 7,5 persen dalam satu hingga tiga tahun ke depan. “Saya dan banyak kawan pengusaha serta saudagar berdarah minang sangat optimis PE Sumbar satu dua tahun ini akan terkatrol, asal pemegang kekuasaan di Sumbar mau kerja keras dan berkolaborasi dengan perantau minang yang sudah banyak jadi orang di nasional,” pungkasnya.






