Sekdaprov Sumbar Ajak Warga Bersatu Lewat Nonton Bareng

oleh -18 Dilihat
sekdaprov-sumbar:-sepak-bola-mampu-satukan-masyarakat-lintas-kalangan
Sekdaprov Sumbar: Sepak Bola Mampu Satukan Masyarakat Lintas Kalangan

Padang – Semangat persatuan warga Sumatera Barat terpancar nyata dalam ajang nonton bareng (nobar) babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Mesir, Selasa (7/7/2026) malam. Halaman Kantor TVRI Sumbar dipenuhi ratusan pencinta sepak bola yang larut dalam kemeriahan pesta bola dunia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, hadir langsung di lokasi bersama jajaran Forkopimda dan Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir. Kehadiran mereka membaur bersama masyarakat menciptakan suasana yang inklusif.

Bagi Arry, kegiatan ini merupakan bukti bahwa sepak bola adalah bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai kalangan. Ia menilai antusiasme warga merupakan sinyal positif akan kecintaan masyarakat terhadap dunia kulit bundar.

“Walaupun sebagian besar pertandingan berlangsung pada dini hari, masyarakat tetap antusias menyaksikannya. Ini menunjukkan kecintaan yang luar biasa terhadap sepak bola,” ujar Arry saat ditemui di sela-sela acara.

Lebih lanjut, Arry berharap militansi penonton di Sumbar bisa menjadi energi bagi perkembangan sepak bola nasional. Ia menyimpan harapan besar agar Timnas Indonesia suatu saat nanti dapat tampil di panggung Piala Dunia.

“Sepak bola memiliki daya tarik yang mampu menyatukan berbagai kalangan. Mudah-mudahan ke depan Indonesia dapat tampil di Piala Dunia sehingga semangat dan kebanggaan masyarakat akan semakin besar,” harapnya.

Terkait jalannya laga yang berakhir dengan kemenangan tipis Argentina 3-2 atas Mesir, Arry mengaku sempat menjagokan Mesir. Meski tim dukungannya harus menelan kekalahan, ia tetap mengapresiasi sportivitas yang ditunjukkan para penonton.

Suasana kebersamaan di halaman TVRI Sumbar pun tetap terjaga hingga peluit panjang dibunyikan. Ajang ini menjadi ruang hangat bagi publik untuk merayakan pesta sepak bola dunia dengan penuh kedamaian.