Solok – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Khalifa membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2025-2026, menawarkan kesempatan pendidikan berbasis keislaman bagi masyarakat Kabupaten Solok dan sekitarnya. Sekolah yang berlokasi di Lintas Sumatera Km 4, Jorong Pasar Jumek Nagari Tanjung Bingkung ini, telah memulai proses penerimaan sejak 12 Mei dan akan berlangsung hingga 5 Juli 2025.
Panitia penyelenggara penerimaan siswa baru, Bory Fernandes, menyampaikan kabar ini pada Kamis, 3 Juli 2025, di lingkungan sekolah. “Bagi para orang tua jangan lewatkan kesempatan ini apalagi bagi warga yang domisili cukup dekat, sayang kalau kesempatan ini disia-siakan,” ujarnya.
SDIT Al-Khalifa, yang baru beberapa bulan diresmikan oleh yayasan, menawarkan fasilitas yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar. Peresmian sekolah ini ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir. Gedung sekolah dilengkapi dengan mushalla berkapasitas besar, perpustakaan, dan tempat bermain yang menyatu dengan alam.
Menurut Fernandes, tenaga pendidik yang akan mengajar di SDIT Al-Khalifa adalah mereka yang telah memenuhi syarat dengan tingkat pendidikan minimal S1. Dalam upaya meringankan beban biaya pendidikan, pihak sekolah memberikan sejumlah keringanan. “Bebas uang pendaftaran dan pembangunan termasuk bonus SPP 1 bulan pertama dan peserta didik juga mendapatkan menu makan sehat gratis dari sekolah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fernandes merinci biaya pendidikan setelah bulan pertama, yaitu SPP sebesar Rp150 ribu per bulan, uang seragam putra Rp700 ribu dan putri Rp750 ribu, serta uang semester Rp200 ribu. Ia menambahkan bahwa SDIT Al-Khalifa diharapkan dapat melahirkan generasi berilmu, cerdas, berakhlak, dan berbudi luhur, sesuai dengan harapan pendiri yayasan, Daranis Yatim, yang dikenal aktif dalam pembangunan masjid, mushalla, dan pondok pesantren. “Sekolah paket hemat berbasis keislaman yang kedepannya diharapkan lahirnya generasi berilmu yang tidak saja cerdas tentunya berakhlak dan berbudi luhur sebagaimana harapan dari pendiri yayasan Daranis Yatim,” pungkasnya.






