Rahmat Saleh Tekankan Guru Tetap Fondasi Pendidikan Sosok AI

oleh -14 Dilihat
era-ai-menguat,-rahmat-saleh-sebut-guru-tetap-fondasi-utama-pendidikan
Era AI Menguat, Rahmat Saleh Sebut Guru Tetap Fondasi Utama Pendidikan

Pesisir Selatan – Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh menegaskan guru tetap menjadi pilar utama pendidikan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau AI. Menurut dia, teknologi memang terus berkembang, tetapi ada peran manusia yang tidak bisa digantikan mesin, yakni membentuk moral, etika, karakter, dan integritas siswa.

“Ada aspek yang tidak bisa digantikan oleh AI, yaitu nilai moral dan etika. Peran guru dalam membentuk karakter, membangun integritas, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan tetap menjadi fondasi utama dalam pendidikan,” kata Rahmat saat menjadi inspektur upacara di SMA Negeri 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (4/5/2026) pagi.

Rahmat juga menilai generasi muda tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual. Ia menyebut kecerdasan emosional dan jiwa kepemimpinan ikut menjadi bekal penting yang tak dapat digantikan oleh teknologi.

“Emosional dan leadership adalah kekuatan manusia yang autentik. Ini yang akan membentuk siswa menjadi pemimpin masa depan dan mampu menduduki posisi strategis dalam memimpin bangsa,” tegasnya.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi generasi muda kini semakin kompleks seiring cepatnya perkembangan teknologi. Karena itu, kata dia, para siswa dituntut memiliki kemampuan berpikir yang kuat, adaptif, dan inovatif untuk menghadapi masa depan.

“Untuk menaklukkan visi Indonesia Emas 2045, kekuatan intelegensia menjadi catatan utama. Generasi muda harus memiliki kapasitas berpikir yang kuat, adaptif, dan inovatif,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Rahmat juga mengapresiasi capaian siswa SMAN 3 Painan. Sebanyak 58 persen dari total siswa eligible di sekolah tersebut berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP ke berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Menurut Rahmat, capaian itu menunjukkan kualitas intelektual generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional. Ia menilai keberhasilan tersebut lahir dari kerja keras siswa, peran guru, dan dukungan lingkungan pendidikan yang baik.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa anak-anak kita mampu bersaing secara nasional. Ini adalah hasil dari kerja keras siswa, peran guru, serta dukungan lingkungan pendidikan yang baik,” katanya.

Rahmat berharap capaian tersebut dapat memacu semangat siswa lainnya untuk terus berprestasi. Ia juga menilai keberhasilan ini menjadi momentum bagi dunia pendidikan untuk memperkuat pembelajaran yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

“Sekaligus menjadi momentum bagi dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter,” harapnya.