Prabowo Minta Diaspora Bantu Sumatera, Tanya Dony Minang?

oleh -167 Dilihat
diaspora-silahkan-bantu-bencana-sumatera,-presiden-prabowo:-pak-dony-kan-juga-minang?
Diaspora Silahkan Bantu Bencana Sumatera, Presiden Prabowo: Pak Dony Kan Juga Minang?

Aceh Tamiang – Presiden Prabowo Subianto membuka pintu lebar bagi bantuan dari diaspora untuk penanganan bencana di Sumatera. Hal ini disampaikan saat rapat koordinasi penanganan bencana Sumatera di Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).

Prabowo menegaskan, pemerintah akan menyalurkan bantuan dari diaspora manapun, termasuk diaspora Aceh, Sumatera Utara, dan Minangkabau.

“Kalau ada yang mau bantu silahkan, monggo,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung status bencana nasional yang menjadi perbincangan publik. Ia menjelaskan, pemerintah telah mengerahkan kekuatan nasional untuk menangani bencana di Sumatera.

“Kita memandang (bencana Sumatera) sangat serius dan membantu habis-habisan. Kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi hal ini,” tegasnya.

Menurut Prabowo, meskipun fokus pada bencana Sumatera, pemerintah tetap mengurus nasib 280 juta rakyat Indonesia. Ia menambahkan, status bencana nasional tidak perlu ditetapkan karena pemerintah mampu mengatasi dampak bencana di tiga provinsi yang terdampak.

“Masalahnya adalah kita punya 38 provinsi. Bencana ini berdampak pada 3 provinsi masih ada 35 provinsi lain. Kalau sementara 3 provinsi ini sebagai bangsa dan sebagai negara kita mampu menghadapi, kita tidak perlu menyatakan bencana nasional,” jelasnya.

Prabowo juga menyinggung COO Danantara, Dony Oskaria, sebagai contoh diaspora Minangkabau yang berkontribusi dalam pembangunan hunian sementara (huntara) di Tamiang. Ia berharap, penyebutan ini dapat memotivasi diaspora Minangkabau di seluruh dunia untuk turut membantu.

“Mungkin juga ada komunitas dari Jawa dan luar negeri, silahkan. Nanti kita serahkan mungkin gubernur buka rekening,” pungkasnya.

Rakor tersebut dihadiri oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju.