Perempuan Luak Limopuluah Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026

oleh -18 Dilihat
perempuan-asal-luak-limopuluah-raih-anugerah-kartini-infrastruktur-2026
Perempuan Asal Luak Limopuluah Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026

Jakarta – Dian Sovana, perempuan asal Luak Limopuluah, menerima penghargaan Kategori Kartini Infrastruktur Nasional 2026 dalam ajang Anugerah Kartini Infrastruktur 2026 yang digelar di sebuah hotel di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026).

Penghargaan itu diberikan atas kontribusinya dalam memperkuat tata kelola perusahaan dan komunikasi korporasi, sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur melalui perannya sebagai Corporate Secretary di PT Brantas Abipraya (Persero).

Melalui peran tersebut, Dian dinilai ikut mendorong transparansi, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, dan menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan.

Ajang ini digelar sebagai bentuk apresiasi bagi perempuan yang dinilai memberi kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengingat atas pentingnya peran strategis perempuan di sektor infrastruktur. Ia juga mengapresiasi konsistensi media dalam mengangkat isu pembangunan nasional.

“Penghargaan ini menjadi pengingat betapa pentingnya peran strategis perempuan di sektor infrastruktur,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Lintas Media Infrastruktur Paul Ames Halomoan Siahaan menyampaikan capaian edisi ke-100 menjadi simbol ketekunan dan kepercayaan yang terus terjaga. Menurut dia, momentum ini juga menjadi saat yang tepat untuk memberikan apresiasi kepada perempuan yang berdampak nyata bagi pembangunan.

Penghargaan tersebut dijaring melalui proses seleksi ketat dari lebih dari 150 kandidat hingga tersaring 25 finalis. Penilaian dilakukan secara komprehensif, termasuk wawancara oleh dewan juri lintas bidang.

Pada kategori daerah, Rina Kumala Sari juga menjadi salah satu penerima penghargaan. Ia dinilai berperan penting dalam pengelolaan dan pelaksanaan pembangunan jalan nasional di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Ajang ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berbicara soal fisik, tetapi juga tentang peran manusia di baliknya. Perempuan, dalam hal ini, memiliki kontribusi besar baik pada tahap perencanaan maupun pelaksanaan di lapangan.

Penghargaan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan yang mendorong kesetaraan peran serta pengakuan terhadap kontribusi perempuan dalam pembangunan Indonesia.