Pemprov Sumbar Bantah Isu Sepatu Menteri di Masjid

oleh -13 Dilihat
viral-isu-menteri-pariwisata-menggunakan-sepatu-di-masjid,-pemprov-sumbar-pastikan-itu-tidak-benar
Viral Isu Menteri Pariwisata Menggunakan Sepatu di Masjid, Pemprov Sumbar Pastikan Itu Tidak Benar

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meluruskan kabar yang beredar di media sosial terkait kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi pada 29 April 2026. Pemprov Sumbar menegaskan, informasi yang menyebut Menteri Pariwisata mengenakan sepatu di dalam masjid tidak benar.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sumbar, Nolly Eka Mardianto, mengatakan dirinya ikut mendampingi langsung seluruh rangkaian kunjungan kerja Menteri Pariwisata selama berada di Sumbar, termasuk saat berada di masjid tersebut.

“Saya menjadi bagian dari rombongan yang hadir dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut. Tidak benar Ibu Menteri memakai sepatu di dalam masjid, yang digunakannya adalah kaos kaki,” kata Nolly di Padang, Sabtu (2/5/2026).

Nolly menjelaskan, potongan video yang tersebar luas di berbagai platform media sosial telah memunculkan persepsi keliru di tengah masyarakat. Dalam video itu, Menteri Pariwisata terlihat berjalan di atas karpet masjid dengan menggunakan kaos kaki, bukan sepatu, meski sekilas bentuknya bisa tampak menyerupai sepatu.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian kunjungan Menteri Pariwisata di Sumbar, khususnya saat di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, berlangsung dengan tetap menjunjung nilai, etika, dan adab masyarakat Minangkabau.

“Ibu Menteri beserta seluruh jajaran telah menjalankan tata krama yang sesuai. Perlu kami luruskan kembali bahwa tidak ada penggunaan sepatu di dalam masjid sebagaimana yang disampaikan dalam sejumlah narasi tidak akurat yang beredar luas di media sosial,” ujarnya.

Nolly juga menyesalkan maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi di ruang publik. Menurut dia, hoaks dan fitnah tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi memicu salah paham di tengah masyarakat.

“Perbedaan persepsi mungkin saja terjadi, namun menyebarkan informasi yang tidak benar dan menggiring opini ke arah negatif tentu bukan hal yang bijak, apalagi jika berpotensi menimbulkan perpecahan,” katanya.

Pemprov Sumbar pun mengajak masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Masyarakat diminta mengutamakan verifikasi dan fakta sebelum mempercayai ataupun membagikan informasi yang beredar.

“Mari kita bersama-sama menjaga ruang publik yang sehat dengan informasi yang benar dan bertanggung jawab,” pungkas Nolly.