Padang – Pemerintah Kota Padang menargetkan pemulihan 92 sekolah yang terdampak banjir dapat rampung dalam dua hari ke depan. Percepatan rehabilitasi fasilitas pendidikan ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar (KBM) yang sempat terhenti sejak Senin (3/8/2026) bisa segera kembali normal.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, terjun langsung meninjau kondisi SMP Negeri 41 Padang pada Selasa (4/8/2026). Sekolah tersebut menjadi salah satu titik dengan kerusakan paling parah akibat luapan air, bersama dengan SMPN 27.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, merinci bahwa total sekolah yang terdampak terdiri dari 38 TK/PAUD, 43 SD, 1 PKBM, dan 10 SMP. Selain kerusakan fisik, kebijakan meliburkan siswa diambil karena banyak tenaga pendidik yang masih berupaya membersihkan kediaman mereka yang ikut terendam.
“Dari data yang baru kami himpun, ada sekitar 92 sekolah terdampak. Hari ini kami mendampingi Pak Wali Kota meninjau SMPN 41 yang kondisinya cukup parah. Sebenarnya sekolah yang mengalami dampak paling berat ada dua, yaitu SMPN 41 dan SMPN 27,” ujar Yopi di lokasi peninjauan.
Guna mempercepat proses pemulihan, Pemkot Padang kini mengerahkan sinergi lintas instansi. BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup diterjunkan untuk fokus membersihkan sisa endapan lumpur serta memperbaiki sarana sekolah yang rusak.
Pemerintah memastikan bahwa lingkungan sekolah harus dalam kondisi aman sebelum siswa kembali beraktivitas. Yopi berharap upaya pembersihan yang intensif ini membuahkan hasil sesuai target yang ditetapkan.
“Kami berharap, sebagaimana arahan Pak Wali Kota, dalam dua hari ini pembersihan rampung dilaksanakan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat-besok atau lusa-proses belajar mengajar sudah bisa dimulai kembali,” pungkasnya.






