Payakumbuh – Dua inovasi karya pelajar asal Kota Payakumbuh kembali melaju ke babak final Kompetisi Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026. Capaian ini menegaskan konsistensi daerah tersebut yang dalam lima tahun terakhir terus menorehkan prestasi di level provinsi, bahkan pernah mewakili Sumbar pada Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional 2024.
Dua inovasi itu lolos setelah melalui proses seleksi dan penilaian pada Kamis (4/6/2026). Keduanya adalah SAVIOR atau Smart Agriculture Vision Observer and Responder karya siswa SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah, serta INOCER atau Intelligence Food Composition Checker and Recommendation karya siswa SMP Islam Raudhatul Jannah.
Masuknya dua karya tersebut memperkuat posisi Payakumbuh sebagai salah satu daerah dengan ekosistem inovasi pelajar yang tumbuh pesat di Sumatera Barat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra, mengapresiasi capaian para pelajar Payakumbuh. Menurut dia, mereka mampu menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“Payakumbuh keren. Rawat inovasi-inovasi ini serta anak-anak kita agar terus berpikir intelektual,” kata Yozarwardi saat penilaian di Payakumbuh, Kamis.
Ia menilai, kemunculan beragam inovasi dari kalangan pelajar menunjukkan budaya riset, kreativitas, dan kemampuan memecahkan persoalan telah berkembang dengan baik di daerah tersebut.
Yozarwardi menambahkan, pembinaan berkelanjutan perlu terus dilakukan agar inovasi yang lahir tidak hanya unggul dalam ajang kompetisi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Di sisi lain, Kepala Bappeda Kota Payakumbuh Syafwal mengatakan pemerintah daerah melakukan penjaringan dan seleksi bertahap sebelum menetapkan inovasi yang diikutsertakan ke tingkat provinsi.
“Dalam usulan inovasi ini kami melakukan penjaringan dan seleksi yang matang. Inovasi yang dipilih juga selaras dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam mendukung misi ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, SAVIOR dirancang untuk membantu pemantauan dan respons terhadap kondisi pertanian secara lebih efektif dengan memanfaatkan teknologi. Sementara itu, INOCER merupakan sistem cerdas yang dapat memeriksa komposisi pangan sekaligus memberi rekomendasi kepada pengguna.
Menurut Syafwal, kedua inovasi itu memperlihatkan kemampuan generasi muda Payakumbuh dalam mengembangkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan saat ini.
Koordinator Inovasi Kota Payakumbuh, Robby Hafanos, mengatakan tim penilai dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan inovasi yang tumbuh di daerah tersebut.
“Kami berdialog langsung dengan Kepala DPMD Sumbar dan beliau menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan inovasi daerah, mulai dari fasilitasi hak kekayaan intelektual hingga promosi produk inovasi bagi pemenang kompetisi,” ujarnya.
Robby berharap capaian itu menjadi dorongan bagi generasi muda Payakumbuh untuk terus menghadirkan solusi atas persoalan di lingkungan sekitar lewat inovasi dan pemanfaatan teknologi.
“Mudah-mudahan capaian ini menjadi energi positif bagi generasi muda, baik milenial maupun Gen Z, agar lebih responsif terhadap persoalan di sekitarnya dan mampu menjadi problem solver melalui inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Lolosnya dua inovasi sekaligus ke final tingkat provinsi kian memanjangkan catatan prestasi Payakumbuh sebagai daerah dengan ekosistem inovasi pelajar yang terus berkembang di Sumbar.






