Minangkabau Geopark Run 2025 Promosikan Wisata dan Geopark

oleh -163 Dilihat
minangkabau-geopark-run-2025-segera-digelar,-ini-sejarah-dan-latar-belakangnya
Minangkabau Geopark Run 2025 Segera Digelar, Ini Sejarah dan Latar Belakangnya

Bukittinggi – Minangkabau Geopark Run (MGR) edisi keenam tahun 2025 akan menyoroti keindahan alam Ngarai Sianok-Maninjau, yang saat ini diusulkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark Network. Acara ini bukan hanya sekadar kompetisi lari, tetapi juga sarana untuk mempromosikan pariwisata dan keunggulan geopark Sumatera Barat.

Menurut penggagas MGR, Yv Tri Saputra, Minggu (7/9-2025), di Jakarta, MGR akan menjadi ajang promosi wisata Ranah Minang dan keunggulan geopark yang dimiliki Sumatra Barat.

MGR, yang pertama kali diadakan pada tahun 2018, telah berkembang menjadi ultramarathon lintas kabupaten yang menjelajahi berbagai wilayah geopark di Indonesia, termasuk Silokek, Belitung, dan Ciletuh. “MGR dengan lintasan alam itu, mampu menjaring ribuan pelari dan komunitas dari dalam maupun luar negeri,” ujar Yv Tri Saputra.

Visi utama MGR adalah menjadikan olahraga lari sebagai pintu masuk menuju pembangunan pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan, edukatif, dan berbasis budaya lokal. Dukungan dari sport tourism dan UNESCO terus mengalir untuk acara ini.

Rute MGR 2025 akan melewati Geopark Ngarai Sianok – Maninjau, sebuah kawasan dengan keindahan alam luar biasa yang kini tengah diajukan menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark Network. Yv Tri Saputra, alumni ITB, menekankan bahwa setiap langkah pelari bukan hanya olahraga, tetapi juga bentuk kontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan dukungan terhadap geopark agar diakui dunia.

MGR 2025 menawarkan kategori 5K, 10K, dan Half Marathon (21K), serta Community Team Challenge dengan hadiah uang tunai. “Ajang ini diharapkan diikuti 2.500 peserta dari seluruh Indonesia dan mancanegara, melanjutkan trend pertumbuhan signifikan sejak edisi 2022 (500 peserta) hingga edisi 2023 (1.700 peserta), sampai hati ini pendaftaran online telah lebih 2200 pelari, kurang 300 slot yang tersedia,” kata Yv Tri Saputra.

Selain sebagai ajang lari, MGR juga menjadi wadah kolaborasi yang melibatkan komunitas pelari dari berbagai daerah. UMKM dan ekonomi kreatif lokal juga mendapat ruang promosi, mulai dari kuliner khas Minang hingga kerajinan tangan. “Beberapa UMKM bahkan mencatat lonjakan omzet hingga 5 kali lipat selama event berlangsung, dengan dampak berlanjut pada penjualan online pasca-event,” ungkap Yv Tri Saputra.

MGR telah terbukti menjadi penggerak pariwisata Sumatera Barat, dengan mendorong capaian kunjungan 8,2 juta wisatawan pada tahun 2023. Event ini juga meningkatkan hunian homestay, transportasi lokal, dan jasa pemandu wisata. “Lebih dari sekadar lomba, MGR menciptakan pengalaman wisata unik: pelari melewati Jam Gadang, Lobang Jepang, Janjang Saribu, hingga Ngarai Sianok, sembari berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal,” jelasnya.

MGR juga mendapat dukungan dari berbagai perusahaan BUMN, pemerintah daerah, kementerian, lembaga negara, dan perantau Minang di seluruh dunia. Donny Arsal, yang rutin mengikuti MGR, menyebutnya sebagai “race yang fun” dengan rute yang menantang, pemandangan luar biasa, udara sejuk, dan budaya lokal yang kental.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menyatakan bahwa MGR menjadi strategi Visit Beautiful West Sumatra, menggabungkan olahraga, pariwisata, dan budaya. Peserta dari Malaysia pada MGR sebelumnya mengapresiasi keramahan warga dan keindahan geopark.

UMKM lokal seperti “Randang Niniak” berhasil menembus pasar online nasional setelah ikut bazar MGR. “Dengan segala dampak positifnya, MGR 2025 siap memperkuat posisinya sebagai event sport tourism unggulan Indonesia yang berkelas internasional,” pungkas Yv Tri Saputra.