LSF Ajak Masyarakat Budayakan Sensor Mandiri di Padang

oleh -270 Dilihat
lsf-ajak-masyarakat-budayakan-sensor-mandiri-di-padang
LSF Ajak Masyarakat Budayakan Sensor Mandiri di Padang

Padang – Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sensor mandiri dalam memilih tontonan yang sesuai dengan usia dan nilai-nilai yang berlaku. Hal ini ditegaskan oleh Ketua LSF, Naswardi, saat menghadiri Sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri yang dirangkaikan dengan pemutaran film nasional “Assalamualaikum Baitullah” di Basko City Mall, Kamis (17/7/2025).

Menurut Naswardi, LSF memiliki peran penting dalam memberikan literasi kepada masyarakat terkait film, baik yang ditayangkan di bioskop, televisi, maupun media daring. “Setiap kategori usia memiliki muatan konten yang berbeda,” ujarnya, menekankan pentingnya peran orang tua, guru, dosen, dan pejabat publik dalam memberikan contoh dan mengingatkan kelompok rentan, terutama anak-anak, untuk menonton sesuai klasifikasi usia.

LSF tidak hanya bertugas menyensor, tetapi juga meneliti dan menilai kelayakan film sebelum diputar. Dalam satu tahun terakhir, LSF telah menilai lebih dari 42.000 judul film, baik produksi dalam negeri maupun luar negeri. Film impor yang disensor berasal dari 17 negara, dengan dominasi dari Amerika Serikat, India, Korea Selatan, Thailand, dan beberapa negara Uni Eropa.

Naswardi juga menyampaikan kebanggaannya atas perkembangan industri film nasional. Ia mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah perfilman Indonesia, jumlah produksi film nasional melebihi jumlah film impor. “Tidak hanya jumlahnya yang meningkat, apresiasi penonton terhadap film nasional juga tinggi,” katanya. Tahun lalu, tercatat sebanyak 80 juta penonton menyaksikan film produksi dalam negeri di bioskop.

Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah film animasi nasional Jumbo yang berhasil meraih lebih dari 10,6 juta penonton di Indonesia. Selain sukses di dalam negeri, film tersebut kini juga diputar di 15 negara di dunia.

LSF berkomitmen untuk terus mendukung ekosistem perfilman nasional dengan menggandeng seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengusaha bioskop dari jaringan XX1, CGV, Cinepolis, serta bioskop independen. “Kami ingin film nasional mendapat tempat terbaik di hati penonton dan terus mendorong lahirnya karya-karya yang membanggakan, baik di dalam negeri maupun di pentas dunia,” pungkasnya.