Kolam Lele Mandirikan Keluarga Prasejahtera, Tingkatkan Ekonomi Daerah

oleh -166 Dilihat
satu-rumah-satu-kolam-lele,-solusi-kemandirian-keluarga-prasejahtera
Satu Rumah Satu Kolam Lele, Solusi Kemandirian Keluarga Prasejahtera

Padang – Program inovatif “Satu Rumah Satu Kolam Lele” yang diinisiasi oleh Yayasan Rangkiang Peduli Nagari (RPN) mendapatkan apresiasi atas potensinya dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga prasejahtera melalui budidaya perikanan.

Pada kegiatan panen raya lele yang berlangsung di Bukit Anak Air, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (8/7/2025), Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, Alfiadi, yang mewakili Wali Kota Padang, menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut.

Alfiadi menyatakan bahwa inisiatif ini selaras dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam menggerakkan seluruh sektor untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi keluarga. “Atas nama Pemerintah Kota Padang, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Rangkiang Peduli Nagari,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa program ini dinilai sangat strategis karena mendorong masyarakat, khususnya keluarga pra-sejahtera, untuk mandiri secara ekonomi melalui pemanfaatan potensi budidaya perikanan, terutama lele.

Pemerintah Kota Padang, menurut Alfiadi, saat ini tengah memfokuskan diri pada berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk di sektor pangan dan perikanan. Dukungan terhadap program “Satu Rumah Satu Kolam Lele” merupakan wujud nyata dari upaya pemerintah dalam mengurangi kerentanan ekonomi dan menciptakan ketahanan pangan mulai dari tingkat rumah tangga. “Program ini menjadi solusi nyata di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, yayasan, dunia usaha, dan masyarakat. “Kami berharap sinergi seperti ini terus tumbuh, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Butuh keterlibatan semua pihak termasuk yayasan, dunia usaha, dan masyarakat,” imbuhnya.

CEO Rangkian Peduli Nagari, Zeng Wellf, menjelaskan bahwa panen kali ini merupakan hasil kolaborasi sosial yang melibatkan berbagai pihak, termasuk dukungan dari Pemerintah Kota Padang serta sejumlah BUMN/BUMD. Panen kedua ini berhasil menghasilkan sekitar 1,5 ton lele dari kolam rumah percontohan di Anak Air.

Zeng Wellf mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk menghidupkan kembali lahan dan kolam yang sebelumnya tidak produktif karena keterbatasan modal. “Kami melihat banyak lahan dan kolam tidur yang sebelumnya sempat aktif namun mati suri karena modal,” jelasnya. Melalui program ini, yayasan memberikan bantuan berupa bibit, pakan, hingga pemasaran. “Masyarakat hanya perlu menyediakan lahan dan merawat kolamnya,” tambahnya. Modal untuk program ini berasal dari zakat, infak, serta CSR dari mitra seperti Semen Padang, Bank Nagari, dan Bank BSI.

Lebih lanjut, Zeng Wellf menyatakan bahwa program ini akan diperluas ke 104 kelurahan di Kota Padang, dengan harapan dapat menciptakan gerakan kolektif yang mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.