KKN Unand Gandeng Pemerintah Kecamatan Tekan Angka Stunting di Nagari Dusun Baru Tapan

oleh -144 Dilihat
kkn-unand-gandeng-pemerintah-kecamatan-tekan-angka-stunting-di-nagari-dusun-baru-tapan
KKN Unand Gandeng Pemerintah Kecamatan Tekan Angka Stunting di Nagari Dusun Baru Tapan

Dusun Baru Tapan – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Pesisir Selatan terus digencarkan melalui kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) dan pemerintah daerah. Salah satu wujudnya adalah peresmian Posko Gizi di Nagari Dusun Baru Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, yang bertujuan untuk meningkatkan tumbuh kembang anak bangsa menuju Generasi Emas 2045.

Posko Gizi ini diresmikan pada 15 Juli 2025, dan berlokasi di Puskesri Nagari Dusun Baru. Camat Tapan, Syamwil, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan pemerintah kecamatan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan status gizi anak-anak serta ibu hamil. “Program ini sangat penting untuk memastikan generasi penerus kita tumbuh sehat dan cerdas,” ujarnya.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan bahwa stunting masih menjadi persoalan serius di Indonesia, dengan sekitar 4,7 juta balita mengalami kondisi tersebut. Di Sumatera Barat, lebih dari 79.000 balita mengalami stunting hingga akhir 2023, sementara di Kabupaten Pesisir Selatan, Dinas Kesehatan mencatat 2.314 balita mengalami stunting pada tahun yang sama.

Wali Nagari Dusun Baru, Dedi Chandra, menjelaskan bahwa Posko Gizi ini akan fokus pada penanganan kasus stunting secara terarah dan terpadu. “Kami akan menyasar anak-anak dengan kondisi stunting dan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis,” jelasnya. Berdasarkan data dari Puskesri Nagari Dusun Baru, kegiatan ini menyasar 11 anak dengan kondisi stunting dan 2 ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK).

Mahasiswa KKN Unand turut berperan aktif dalam program ini, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan membagikan makanan probiotik berupa yoghurt kepada anak-anak dan ibu hamil. Dosen pembimbing lapangan KKN Unand, Yeffi Masnarivan, menjelaskan bahwa yoghurt mengandung bakteri baik (probiotik) yang penting untuk menjaga kesehatan saluran cerna. “Kesehatan pencernaan sangat menentukan keberhasilan penyerapan nutrisi, yang menjadi kunci dalam pencegahan stunting,” ungkapnya.

Selain itu, program ini juga melibatkan kader perempuan Nagari Dusun Baru yang bertugas mengelola dapur dan menyiapkan makanan setiap pagi, serta kader posyandu yang telah dilatih untuk memantau perkembangan anak secara rutin. Kepala Puskesmas Kecamatan Tapan, dr. Elfrina Mirna, menekankan pentingnya keterlibatan kader lokal karena mereka memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Pemerintah nagari dan kecamatan berkomitmen untuk terus mendukung program ini dan mengevaluasinya secara berkala agar dapat menjangkau lebih banyak anak dan ibu hamil yang membutuhkan. Diharapkan, Posko Gizi ini dapat menjadi model percontohan bagi nagari-nagari lain di Kabupaten Pesisir Selatan dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.