KICI Apresiasi Galeri Permata Hati dan Deta Mendunia

oleh -16 Dilihat
kici-kunjungi-galeri-permata-hati,-apresiasi-deta-dan-tingkuluak-yang-mendunia
KICI Kunjungi Galeri Permata Hati, Apresiasi Deta dan Tingkuluak yang Mendunia

Padang – Rombongan Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) Kota Padang mengunjungi Galeri Permata Hati Grup pada Minggu (17/5/2026) dalam rangka memeriahkan satu dekade KICI Chapter 8. Kunjungan itu juga diikuti DPW KICI Sumbar dan KICI Kota Pariaman.

Ketua KICI Padang, Woro Muharlion, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi antarsesama anggota. Ia menuturkan, pertemuan itu juga membuka peluang untuk saling bertukar pikiran dan menjalin kerja sama.

“Namun kunjungan kami ini juga sangat memungkinkan untuk kita bekerja sama, terutama karena Permata Hati Grup memiliki kelebihan dalam hal produksi deta dan tingkuluak yang sangat memikat,” ujar Woro.

Sementara itu, Ketua DPW KICI Sumbar, Yuhilda Darwis, menyambut baik kedatangan rombongan KICI Padang ke Galeri Permata Hati Grup. Ia menegaskan, KICI merupakan organisasi perempuan yang bergerak di bidang sosial dan budaya.

“Sesuai moto kami, cerdas itu perlu dan lebih baik lagi kami mencerdaskan ibu-ibu Indonesia, kami memang mendukung kunjungan ke Permata Hati Grup ini. Apalagi Buk Wel selaku owner Permata Grup sudah mengajarkan cara membuat deta dan tingkuluak kepada para wanita di 13 kelurahan di Koto Tangah. Selain itu Buk Wel juga sudah mengajar di Rawang Mata Air dan di Banuaran,” ujarnya.

Dari KICI Kota Pariaman, Desmawati menyoroti tingkuluak Permata Hati yang dinilainya praktis dan sederhana, namun sudah dikenal luas hingga ke luar daerah. Ia pun menanyakan proses pembuatan produk tersebut.

Menanggapi itu, owner Permata Hati, Welly Nofi Sastera, menjelaskan bahwa deta dan tingkuluak yang ia buat merupakan hasil kreasi sendiri. Meski begitu, ia tetap mengutamakan bentuk adat yang semestinya.

“Seperti misalnya dalam tiga hari lagi kami akan kedatangan istri pejabat. Ia minta tingkuluak tanduak. Ya, kami buatkan, meski sisi kreasi tetap tak kami lupakan. Intinya, adat bagi kami adalah yang utama, namun kreasi merupakan anugrah,” ujar Welly.

Korlap kunjungan DPD KICI Padang, Elly Trhisyanti, mengatakan dirinya termasuk sosok awal yang menggunakan tingkuluak Permata Hati. Karena itu, ia mengaku sudah sangat mengenal karya dan inovasi yang dihasilkan.

“Meskipun Dapil saya waktu mencaleg dulu adalah Lubuk Begalung, namun sering saya katakan Buk Welly adalah binaan saya. Karena hubungan kami yang sudah sangat dekat,” ujarnya.

Kunjungan yang berlangsung menjelang maghrib itu ditutup dengan sesi foto bersama.