KAI Tata Ulang Kawasan Stasiun Lamongan, Tingkatkan Layanan

oleh -152 Dilihat
pt.-kai-akan-lakukan-penataan-ulang-kawasan-stasiun-lamongan
PT. KAI Akan Lakukan Penataan Ulang Kawasan Stasiun Lamongan

Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melakukan penataan ulang kawasan Stasiun Lamongan. Dukungan ini disampaikan seiring dengan komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dukungan tersebut terungkap dalam pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Lamongan dan PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya, yang berlangsung pada Rabu (9/7), di Ruang Kerja Bupati Pendopo Lokatantra.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi atas rencana penataan ulang Stasiun Lamongan. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya dalam menata aset-aset KAI di wilayah perkotaan. Tujuannya, agar aset-aset tersebut lebih tertib dan selaras dengan visi pembangunan kota.

“Rencana ini kami berikan apresiasi dan dukungan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa beautifikasi Stasiun Lamongan diharapkan tidak hanya menciptakan keselarasan dengan visi keindahan, kenyamanan, dan tata ruang kota yang tertata rapi, tetapi juga menghadirkan pelayanan transportasi yang aman dan nyaman.

Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya Wisnu Pramudyo menjelaskan, penataan kawasan stasiun akan dilakukan dengan pendekatan berbasis kearifan lokal. Selain itu, Wisnu juga menyampaikan rencana penataan ruang terbuka hijau (RTH), peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang, serta penertiban bangunan liar yang berada di depan stasiun sebagai gerbang utama kota.

“Penataan ulang Stasiun Lamongan menjadi upaya dalam menghadirkan simpul transportasi publik yang aman dan nyaman,” jelas Wisnu. Ia menambahkan bahwa penertiban bangunan liar serta pengembangan ruang terbuka hijau menjadi fokus utama guna menciptakan kawasan yang lebih tertib, asri, dan ramah bagi pengguna jasa. Penataan lingkungan ini juga akan merepresentasikan identitas lokal, serta memperhatikan keselamatan operasional kereta api, khususnya pada titik-titik perlintasan sebidang yang masih rawan kecelakaan.