Harga Sewa Lapangan Tenis Sumbar Naik, Atlet Mengeluh!

oleh -183 Dilihat
puluhan-atlet-tenis-resah,-sewa-lapangan-tenis-disperindag-sumbar-naik-4-kali-lipat
Puluhan Atlet Tenis Resah, Sewa Lapangan Tenis Disperindag Sumbar Naik 4 Kali Lipat

Padang – Kenaikan tarif sewa lapangan tenis secara signifikan mengancam kelangsungan pembinaan atlet tenis muda di Sumatera Barat. Iwan Tenis School (ITS), sekolah tenis yang selama ini aktif membina bibit-bibit muda, kini terancam kesulitan melanjutkan kegiatan akibat kenaikan tarif sewa Lapangan Tenis Disperindag Sumbar.

ITS, yang telah beberapa tahun terakhir menjadikan Lapangan Tenis Disperindag Sumbar sebagai pusat pelatihan, kini menghadapi masalah terkait biaya sewa lapangan yang belum menemui titik terang.

Salah seorang siswa ITS mengungkapkan kegelisahannya, “Om Iwan (pelatih tenis ITS) kurang semangat akhir-akhir ini. Ternyata Om Iwan memikirkan sewa lapangan yang belum ada kepastiannya, sehingga kami galau juga berlatih akhir-akhir ini.”

Lapangan Tenis Disperindag Sumbar, yang berlokasi di Jalan Setia Budi No.15, Kota Padang, sebelumnya disewakan kepada ITS dengan biaya Rp25 juta per tahun.

Namun, pada tahun 2025, Disperindag Sumbar mengajukan penilaian aset kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), yang kemudian menetapkan nilai sewa sebesar Rp115 juta per tahun. Kenaikan tarif sewa ini membuat ITS mempertimbangkan kembali kelanjutan penyewaan lapangan tersebut.

Syahrial Syarif, seorang pemerhati tenis di daerah tersebut, menyayangkan penetapan sewa oleh BPKAD Sumbar. Ia menilai kebijakan ini dapat menghambat pembinaan tenis di Sumatera Barat.

“Kami selaku pemerhati tenis prihatin kondisi ITS saat ini, karena bagaimana pun ITS salah satu sekolah tenis yang eksis melakukan pembinaan,” ujarnya.

Syahrial Syarif yang juga Ketua Tuah Sakato Tenis Club menambahkan, fasilitas Lapangan Tenis Disperindag sebaiknya dimanfaatkan secara maksimal untuk kebugaran ASN aktif dan pensiunan serta didukung Pemprov Sumbar untuk menggairahkan kompetisi tenis di daerah.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dapat memberikan dukungan agar kegiatan pembinaan tenis usia dini dan pra remaja tetap berjalan dengan baik.