Gubernur Pacu Perekonomian Daerah pada HUT ke-80 Sumbar

oleh -168 Dilihat
rapat-paripurna-hari-jadi-ke-80-sumbar,-gubernur-mahyeldi:-berpacu-sekuatnya-tumbuhkan-perekonomian-daerah
Rapat Paripurna Hari Jadi ke-80 Sumbar, Gubernur Mahyeldi: Berpacu Sekuatnya Tumbuhkan Perekonomian Daerah

Padang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumbar, yang menyoroti pentingnya kolaborasi untuk pembangunan daerah. Acara tersebut berlangsung di Gedung DPRD Sumbar pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, yang memimpin rapat, menekankan bahwa peringatan hari jadi ini harus menjadi momentum refleksi dan evaluasi terhadap komitmen terhadap tanah kelahiran. “Hari ini, kita kembali memperingati Hari Jadi Sumatera Barat yang ke-80. Sebagai anak nagari, peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi harus menjadi momentum refleksi dan evaluasi terhadap komitmen kita terhadap tanah kelahiran yang kita cintai ini,” ujarnya.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi kemajuan Sumbar. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menumbuhkan kecintaan terhadap kampung halaman. “Momentum HJK ini bukan sekadar untuk dirayakan, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus bekerja keras membangun Sumbar ini agar semakin maju, nyaman, dan sejahtera,” ungkapnya.

Mahyeldi juga menyoroti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar sebagai salah satu keberhasilan pembangunan. IPM pada 2024 mencapai 76,43, melampaui rata-rata IPM nasional yang sebesar 75,02. “Dengan begitu mengantarkan Sumbar ke peringkat 6 se-Indonesia. Mengukuhkan Sumbar sebagai provinsi dengan Pembangunan Manusia berkategori Tinggi,” jelasnya.

Di sektor ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) meningkat dari Rp241,89 triliun pada 2020 menjadi Rp332,94 pada 2024. Sejalan dengan itu, PDRB per kapita atas dasar harga berlaku juga tercatat meningkat dari Rp54,33 juta menjadi Rp57,05 juta pada 2024. “Peningkatan PDRB adalah tanda bahwa perekonomian daerah sedang tumbuh dan menghasilkan nilai tambah yang lebih besar,” kata Mahyeldi.

Tingkat Pengangguran Terbuka di Sumbar menurun dari 6,88% pada 2020 menjadi 5,75% pada 2024. Jumlah penduduk miskin juga menurun dari 345,73 ribu jiwa atau 5,92% pada Maret 2024 menjadi 315,43 ribu jiwa atau 5,42% pada September 2024. “Perlu Kami sampaikan, laju pertumbuhan ekonomi 2024 kita berada di angka 4,36%, dengan Rasio Gini di tahun yang sama sebesar 0,283, rasio ini adalah salah satu yang terendah di Indonesia,” terangnya.

Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan rencana visi misi Pemprov Sumbar untuk menyelesaikan delapan agenda utama, termasuk menciptakan pendidikan yang merata, menjadikan Sumbar lumbung pangan nasional, dan mengembangkan Sumbar sebagai pusat perdagangan di Bagian Barat Sumatera. “Kini, Kami, Saya dan Pak Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, dengan dukungan anda semua, akan berupaya meneruskan pembangunan dan bersamasama mewujudkan SUMATERA BARAT MADANI YANG MAJU DAN BERKEADILAN,” ucapnya.

Muhidi menambahkan bahwa tantangan ke depan semakin berat, termasuk dampak konflik global dan perkembangan teknologi informasi. “Tantangan ke depan semakin berat. Kita harus membangun Provinsi Sumatera Barat menjadi daerah yang lebih maju, modern, dan masyarakatnya sejahtera tanpa kehilangan identitas sebagai urang Minang yang beradat dan berbudaya,” pintanya.

Ia juga menekankan pentingnya menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan program prioritas Pemerintah Pusat, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Kita juga harus mampu menyelaraskan arah pembangunan daerah Pemerintah Pusat telah meluncurkan sejumlah program prioritas yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, yang patut kita dukung bersama-sama,” jelasnya.

Rapat Paripurna tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk Forkopimda, Kepala BUMN dan BUMD, Kepala OPD, Ketua Organisasi Masyarakat, Pemuka Masyarakat, Cadiak Pandai, Alim Ulama, Bundo Kanduang, dan undangan lainnya.