Gubernur Mahyeldi Ungkap Persiapan Sumbar Jadi Tuan Rumah Konferensi Wakaf Internasional

oleh -133 Dilihat
gubernur-mahyeldi-ungkap-persiapan-sumbar-jadi-tuan-rumah-konferensi-wakaf-internasional
Gubernur Mahyeldi Ungkap Persiapan Sumbar Jadi Tuan Rumah Konferensi Wakaf Internasional

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tengah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Konferensi Wakaf Internasional yang akan diselenggarakan pada 15-16 November 2025. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan hal ini dalam program Dialog Sumbar Bicara di TVRI Sumatera Barat, Selasa (4/11/2025).

Dalam dialog yang mengangkat tema “Persiapan Sumatera Barat Melaksanakan Konferensi Wakaf Internasional,” Mahyeldi menuturkan bahwa acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Sumbar dan Pondok Modern Darussalam Gontor. “Konferensi ini juga sekaligus memperingati 80 tahun Sumatera Barat dan 100 tahun Gontor,” ujarnya.

Menurut Mahyeldi, persiapan konferensi telah berlangsung sejak enam hingga tujuh bulan terakhir, melibatkan serangkaian rapat dan diskusi. Pemerintah menargetkan kehadiran lebih dari seribu peserta, baik dari dalam maupun luar negeri.

Sejumlah tokoh nasional dan internasional direncanakan hadir, termasuk mantan Wakil Presiden RI, Ketua MPR, Menteri Agama, Ketua BWI, Ketua BAZNAS, serta ulama dan akademisi dari berbagai negara, seperti Mesir, Maroko, Arab Saudi, Kuwait, dan Malaysia. Kehadiran Dr. Amir Bahjat, cucu dari Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab, juga menjadi salah satu momen yang dinantikan.

Mahyeldi menekankan pentingnya konferensi ini sebagai momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi wakaf. Ia meyakini bahwa wakaf, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi instrumen yang efektif dalam pembangunan ekonomi dan sosial. “Wakaf bukan hanya ibadah, tapi juga solusi nyata untuk membangun umat. Kalau dikelola dengan baik, bisa jadi kekuatan ekonomi dan mengatasi kesenjangan sosial,” jelasnya.

Sebagai contoh, Mahyeldi menunjuk pada keberhasilan pengelolaan wakaf di Pondok Modern Gontor, yang kini memiliki lahan seluas lebih dari 1.700 hektare dengan aset yang tersebar di berbagai daerah. Ia berharap konferensi ini dapat menjadi langkah awal bagi Sumbar untuk menjadi model pengelolaan wakaf yang produktif. Selain konferensi, akan diadakan pula pelatihan bagi para nazir dan sosialisasi ke sekolah-sekolah. “Harapan kita, konferensi ini melahirkan rekomendasi yang bisa dijadikan acuan dalam pengelolaan wakaf, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Anang Rikza Masyhadi, Dewan Pengawas Syariah ASFA Foundation sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Tazakka, yang juga hadir dalam dialog tersebut, menyampaikan bahwa wakaf memiliki peran krusial dalam sejarah peradaban Islam. “Bicara wakaf itu bicara peradaban. Dalam sejarah Islam, semua kemajuan peradaban pasti ada jejak wakafnya. Mulai dari Masjid Quba, Masjid Nabawi, sampai Al-Azhar di Kairo semuanya berdiri karena wakaf,” ungkapnya.

Anang menambahkan bahwa wakaf adalah instrumen sosial yang dapat digunakan untuk memberdayakan masyarakat di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, sosial, dan infrastruktur. “Kalau dikelola dengan baik, wakaf bisa menjadi kekuatan besar untuk menyejahterakan umat,” katanya.

Ia juga mencontohkan kisah berdirinya Pondok Modern Gontor, yang didirikan oleh tiga bersaudara yatim yang mewakafkan warisan orang tua mereka untuk mendirikan lembaga pendidikan. Lembaga ini kini telah berusia satu abad dan telah menghasilkan ribuan ulama, pemimpin, dan tokoh masyarakat. “Gontor itu contoh nyata bagaimana wakaf melahirkan manusia unggul. Dari manusia lahir lembaga, perusahaan, dan pemimpin yang terus membawa manfaat bagi umat,” tegasnya.

Anang menekankan bahwa wakaf adalah investasi peradaban yang hasilnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk lebih sadar dan aktif dalam berwakaf, sehingga potensi besar yang ada dapat benar-benar menjadi kekuatan ekonomi umat.