Gubernur Lepas Ekspedisi Rupiah ke Mentawai 2026

oleh -49 Dilihat
gubernur-lepas-ekspedisi-rupiah-berdaulat-2026-ke-kepulauan-mentawai
Gubernur Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke Kepulauan Mentawai

Padang – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai di Dermaga Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Rabu (3/6/2026). Program yang digagas Bank Indonesia itu bertujuan memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Mahyeldi menyampaikan apresiasinya atas konsistensi Bank Indonesia menghadirkan layanan kas hingga ke wilayah kepulauan. Menurut dia, keberadaan rupiah di seluruh pelosok negeri bukan sekadar untuk transaksi ekonomi, melainkan juga menandai kehadiran negara dan kedaulatan bangsa.

“Setiap lembar rupiah yang beredar hingga ke pulau-pulau terluar membawa pesan bahwa negara hadir untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali,” kata Mahyeldi.

Ia menegaskan kondisi geografis Kepulauan Mentawai tidak boleh menjadi hambatan bagi masyarakat untuk memperoleh layanan keuangan yang setara. Karena itu, ia menilai kerja sama Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan perbankan menjadi kunci agar pelayanan tetap menjangkau warga di daerah kepulauan.

Mahyeldi juga menilai Ekspedisi Rupiah Berdaulat punya peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui program ini, masyarakat mendapat uang rupiah layak edar, layanan penukaran uang tidak layak pakai, serta edukasi tentang pentingnya mencintai, mengenali, dan merawat rupiah.

“Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh layanan, termasuk saudara-saudara kita yang berada di wilayah kepulauan dan daerah 3T seperti Mentawai,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Komandan Komando Daerah Maritim (Kodamar) II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, mengatakan ekspedisi ini merupakan wujud sinergi Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga distribusi uang rupiah hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

Ia menyebut karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menuntut kerja sama lintas sektor agar masyarakat di wilayah terpencil tetap bisa memperoleh uang rupiah layak edar.

Untuk mendukung pelaksanaan ekspedisi, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Kurau-856 yang akan berlayar selama tujuh hari. Kapal itu akan menempuh rute Padang-Siberut (Maileppet)-Muara Sikabaluan-Sipora-Pagai Utara-Pagai Selatan dan kembali ke Padang, dengan total jarak sekitar 505 nautical mile (NM).

Sementara itu, Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Novyanto, mengatakan ERB di Sumatera Barat menjadi ekspedisi keenam dari total 23 ekspedisi yang dijalankan Bank Indonesia sepanjang 2026.

Menurut dia, misi utama program ini adalah memastikan masyarakat menerima uang rupiah dalam jumlah cukup dan kualitas baik, terutama di wilayah yang akses layanan perbankannya masih terbatas.

“Kebutuhan uang tunai di wilayah kepulauan dan daerah terpencil masih cukup tinggi. Karena itu, Bank Indonesia terus berupaya memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar sekaligus menarik uang yang sudah tidak layak untuk diedarkan kembali,” ujar Novyanto.

Selain layanan kas keliling, Bank Indonesia juga akan menjalankan berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat, termasuk program pemberdayaan dan pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tujuan ekspedisi.

Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumbar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, jajaran TNI Angkatan Laut, pimpinan perbankan, serta pihak terkait lainnya.