Dosen UNP Ciptakan Bulu Mata Palsu dari Pelepah Pisang

oleh -11 Dilihat
dosen-tata-rias-unp-ciptakan-bulu-mata-palsu-dari-pelepah-pisang
Dosen Tata Rias UNP Ciptakan Bulu Mata Palsu dari Pelepah Pisang

Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan inovasi baru di bidang kecantikan dengan menciptakan bulu mata palsu berbahan dasar serat pelepah batang pisang kepok. Produk ini dikembangkan Dr. Vivi Efrianova, S.ST., M.Pd.T., dosen Departemen Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP, sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan, ringan digunakan, dan halal.

Inovasi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap dampak lingkungan serta potensi risiko bahan sintetis yang masih mendominasi produk kecantikan. Dr. Vivi melihat peluang pada pelepah pisang kepok yang selama ini kerap dianggap limbah, padahal memiliki tekstur dan kilau yang mendekati bulu mata manusia.

“Produk bulu mata palsu yang terbuat dari serat pelepah batang pisang kepok dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada keberlanjutan dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Selain menyerupai bulu mata asli secara visual, serat alami itu juga dinilai lebih ringan dan nyaman dipakai, termasuk untuk durasi penggunaan yang panjang. Sifat biodegradable pada bahan tersebut membuat produk ini dipandang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dibandingkan produk konvensional.

Pembuatan bulu mata palsu ini melalui sejumlah tahapan. Serat pelepah pisang dipotong, diserut, dicuci, dijemur, lalu diwarnai sebelum dirangkai secara manual dengan ketelitian tinggi hingga menjadi bulu mata siap pakai.

Dalam proses pengembangan, Dr. Vivi mengaku menghadapi tantangan pada ketersediaan bahan baku berkualitas. Untuk mengatasinya, ia menjalin kerja sama dengan petani pisang lokal agar suplai serat tetap terjaga sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Salah satu tantangan awal adalah memastikan ketersediaan dan kualitas serat pelepah batang pisang kepok yang memadai. Kami bekerja sama dengan petani lokal untuk mendapatkan bahan terbaik,” katanya.

Produk ini juga menyasar kebutuhan konsumen Muslim karena menggunakan bahan alami yang halal. Dengan karakter serat yang ringan dan nyaman, pengguna disebut dapat memakainya lebih lama tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman.

“Serat alami yang lebih ringan dan nyaman membuat pengguna dapat mengenakan bulu mata palsu ini dalam waktu yang lebih lama tanpa merasa tidak nyaman,” tambahnya.

Saat ini, produk masih menjalani uji kualitas dan keamanan sebelum dipasarkan secara luas. Bersamaan dengan itu, Dr. Vivi juga tengah mengurus hak paten untuk melindungi hasil inovasinya. Ia turut menggandeng industri, termasuk PT Nanotech Natura Indonesia, dalam pengembangan lanjutan dengan memanfaatkan teknologi seperti nanoteknologi.

Lebih jauh, inovasi ini membuka peluang ekonomi baru. Pemanfaatan pelepah pisang sebagai bahan baku memberi nilai tambah bagi petani sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

“Dengan bekerja sama langsung dengan petani lokal, kami tidak hanya mendukung ekonomi masyarakat tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, inovasi tersebut diharapkan menjadi pilihan baru produk kecantikan yang aman dan ramah lingkungan, serta mendorong hadirnya lebih banyak karya berbasis bahan alami yang memberi dampak luas bagi masyarakat.