Bukittinggi Bersiap: MGR 2025 Pacu Ekonomi, Infrastruktur Dibenahi

oleh -123 Dilihat
ngarai-sianok-bersolek-sambut-pelari-mgr-2025,-yv-tri-saputra:-so pasti-geliatkan-ekonomi-bukittinggi
Ngarai Sianok Bersolek Sambut Pelari MGR 2025, Yv Tri Saputra: So Pasti Geliatkan Ekonomi Bukittinggi

Bukittinggi – Persiapan infrastruktur di sekitar Ngarai Sianok terus dikebut menjelang perhelatan Minang Geopark Run (MGR) 2025 yang dijadwalkan pada akhir November 2025. Event lari ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Antusiasme peserta untuk MGR 2025 terus meningkat, dengan perkiraan kehadiran 5.000 hingga 10.000 partisipan di Kota Bukittinggi. “Banyak efek dari MGR itu, kuliner dan UMKM oleh-oleh dan cendera mata akan laris manis,” ujar Founder MGR, Yv Tri Saputra, saat ditemui di Kawasan GBK Jakarta, Rabu. Ia menambahkan bahwa tingkat hunian hotel diperkirakan akan penuh pada H-1 hingga H+1 acara, berdasarkan laporan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Menurut Yv, perbaikan infrastruktur juga menjadi fokus utama, terutama di sepanjang rute lari. “Seperti jalan dan jembatan legendaris Koto Gadang, jembatan jadi pintu masuk dari sisi utara untuk tahu magic nya Koto Gagang, jembatan itu membentang di atas aliran sungai di Ngarai Sianok,” jelasnya.

Sempat ditemukan kondisi jalur yang kurang memadai saat survei awal, namun Yv memastikan bahwa koordinasi intensif dengan pemerintah daerah telah membuahkan hasil. “Allhamdulillah lewat komunikasi yang baik dan koordinasi kami dengan Gubernur Sumbar dan Walikota Bukittinggi, kondisi rute MGR menyedihkan dan mengerikan waktu itu, kini sudah 99,99 ready and safety untuk dilewati,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Barat dan Kota Bukittinggi telah melakukan pengecekan dan memastikan keamanan rute.

Sosialisasi MGR 2025 terus dilakukan melalui serangkaian acara bertajuk “Road to MGR 2025” di berbagai kota, termasuk Padang, Jakarta, dan Pekanbaru. “Allhamdulillah di rangkaian pre event MGR 2025 yang telah diadakan di beberapa kota terlihat para runners sangat antusias,” kata Yv. Ia mencontohkan, di Pekanbaru, lebih dari 1.000 pelari telah mendaftar dan siap berkompetisi di MGR pada 30 November 2025.

MGR, yang pertama kali digelar pada 2018, digagas dengan tujuan mempromosikan kawasan geopark dan menghadirkan kegiatan olahraga yang positif bagi generasi muda. “Waktu itu maraton atau lari sedang digemari dan banyak peminatnya di seluruh dunia, Sumbar kala itu sangat banyak tumbuh komunitas runners,” jelas Yv. Ia juga menyampaikan bahwa Menteri Pariwisata berencana untuk hadir dan secara langsung mengangkat bendera start di Jam Gadang Bukittinggi.

Lebih lanjut, Yv mengungkapkan rencana pengembangan Geopark Run Series pada tahun 2026. “Ya, selama 2026 nanti rencananya akan digelar Geopark Run Series yang terdiri dari event Ciletuh Geopark Run (Jabar) di Q1, Belitong Geopark Run (Babel) di Q2, Ijen Geopark Run (Jatim) di Q3 dan Minang Geopark Run (Sumbar) di Q4,” paparnya. Ia berharap dukungan terus mengalir untuk kegiatan positif ini, yang bertujuan mempromosikan kawasan geopark di seluruh Indonesia.