BPS Tanah Datar Kerahkan 458 Petugas Sensus Ekonomi 2026

oleh -14 Dilihat
bps-tanah-datar-terjunkan-458-petugas-untuk-sensus-ekonomi-2026
BPS Tanah Datar Terjunkan 458 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Tanah Datar – Sebanyak 458 petugas diterjunkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanah Datar untuk menyisir pelaku usaha hingga ke level rumah tangga dalam Sensus Ekonomi 2026. Pendataan yang berlangsung selama 2,5 bulan ini menjadi kunci utama pemerintah daerah dalam memetakan transformasi ekonomi digital di wilayah tersebut.

Proses pendataan resmi dimulai setelah Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, memimpin Apel Siaga di kantor BPS setempat, Rabu (17/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, petugas menerima atribut resmi serta jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan selama menjalankan tugas di lapangan hingga 31 Agustus mendatang.

Kepala BPS Kabupaten Tanah Datar, Taufik Amnul Hayat, menekankan pentingnya akurasi data yang dihimpun dari lapangan. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersikap kooperatif saat didatangi petugas sensus.

“Kami mengimbau masyarakat menerima petugas dengan baik dan memberikan informasi yang benar. Partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan,” ungkap Taufik.

Di sisi lain, Wakil Bupati Ahmad Fadly menegaskan bahwa data hasil sensus ini akan menjadi kompas bagi Pemkab Tanah Datar dalam merumuskan kebijakan. Ia menuntut para petugas bekerja secara jujur dan objektif agar bantuan maupun program pembinaan tidak salah sasaran.

“Kita ingin data ini benar-benar jujur dan objektif. Data inilah yang menjadi pijakan kita dalam bekerja untuk memajukan usaha-usaha di Tanah Datar,” tegas Fadly.

Selain mendata sektor riil, pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar pada fenomena pergeseran pola konsumsi masyarakat yang kini beralih ke platform digital. Pemkab berkomitmen memberikan dukungan penuh, termasuk pelatihan pemasaran digital, bagi para pelaku UMKM yang mulai merambah marketplace meskipun toko fisik mereka terlihat sepi.

Guna menjamin kelancaran program ini, BPS telah melakukan sosialisasi masif melalui berbagai lini, mulai dari pemerintah kecamatan, nagari, hingga melibatkan badan taklim masjid sebagai sarana komunikasi langsung kepada warga.