BPBD Payakumbuh Latih Warga Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana

oleh -9 Dilihat
bpbd-payakumbuh-gelar-pelatihan-pencegahan-dan-mitigasi-bencana
BPBD Payakumbuh Gelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana

Payakumbuh – Sebanyak 150 warga dari berbagai elemen masyarakat di Kota Payakumbuh dibekali kemampuan mitigasi bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam membangun ketangguhan warga menghadapi ancaman bencana alam maupun nonalam.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menekankan bahwa keterlibatan aktif masyarakat merupakan kunci utama dalam menekan risiko bencana. Menurutnya, penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, sehingga kesadaran kolektif harus terus dipupuk.

“Kita menyadari wilayah kita memiliki potensi risiko bencana yang cukup tinggi. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat ini menjadi investasi strategis yang tidak bisa ditunda,” ujar Elzadaswarman saat membuka pelatihan di Aula Peternakan Provinsi Sumatera Barat, Rabu (1/7/2026).

Pelatihan ini dibagi ke dalam tiga angkatan untuk memastikan materi tersampaikan secara efektif. Peserta yang terlibat mencakup kader Posyandu, relawan kemanusiaan, organisasi kemasyarakatan, hingga Kelompok Siaga Bencana (KSB).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, menambahkan bahwa peserta diberikan pembekalan teknis yang komprehensif. Mulai dari manajemen posko, pertolongan pertama gawat darurat, hingga cara memberikan trauma healing bagi korban bencana.

“Kami berharap peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dapat menjadi garda terdepan di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan mampu menerapkan keterampilan praktis untuk meminimalkan dampak jika terjadi musibah,” jelas Devitra.

Jadwal pelatihan berlangsung secara bertahap sepanjang Juli 2026. Angkatan pertama dimulai pada 1-2 Juli, disusul angkatan kedua pada 6-7 Juli, dan angkatan ketiga pada 8-9 Juli.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan terciptanya budaya sadar bencana di tengah warga. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat yang sigap diharapkan dapat menekan angka kerugian jiwa maupun materiil di masa depan.