Padang – Musyawarah Daerah (Musda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Barat menetapkan Aguswanto sebagai ketua secara aklamasi untuk periode 2026-2031. Keputusan itu diambil dalam Musda yang digelar di Aula Partai Golkar Sumbar, Sabtu (25/3/2026).
Musda tersebut dibuka Plt Ketua JMSI Sumbar Novermal Yuska yang juga pengurus JMSI pusat. Hadir pula pada pembukaan itu Kabid Siber dan Sandi Diskominfotik Sumbar Sony serta Sekretaris DPD Golkar Sumbar Helmi Moesim.
Dalam sambutannya, Novermal meminta kepengurusan baru JMSI Sumbar melanjutkan program organisasi secara optimal. Ia menilai, selama ini kerja sama JMSI dengan sejumlah instansi masih belum sesuai harapan.
“Karena melihat dari kondisi hari ini, kerja sama antara JMSI dengan sejumlah instansi masih jauh dari harapan,” kata Novermal.
Menurut dia, para pemilik media online saat ini justru lebih banyak bergerak sendiri untuk mempertahankan usaha masing-masing. Karena itu, ia menilai kepengurusan baru harus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan pemerintah dan instansi lain.
“Jadi, dengan terbentuknya kepengurusan baru JMSI Sumbar kesempatan kerja sama dengan pihak pemerintahan dan juga instansi lainnya bisa lebih ditingkatkan dan bisa terus berkembang dan menghasilkan karya-karya jurnalistik berkualitas,” ujarnya.
Aguswanto, yang terpilih memimpin JMSI Sumbar, menyampaikan terima kasih kepada peserta musda yang telah memilih dirinya. Ia berharap amanah itu bisa dijalankan bersama seluruh anggota JMSI Sumbar.
“Semoga amanah ini bisa saya jalankan dengan baik dengan bantuan para anggota JMSI Sumbar yang ada saat ini. Tanpa hal itu, tidak mungkin bisa saya lakukan sendiri,” kata Aguswanto.
Ia menjelaskan, posisinya sebagai tenaga ahli di DPRD Sumbar akan dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi dengan unsur legislatif maupun eksekutif. Langkah itu, menurut dia, penting untuk mendukung program kerja organisasi.
Aguswanto menambahkan, agenda awal setelah kepengurusan baru terbentuk adalah konsolidasi organisasi dan penguatan cabang di kabupaten dan kota. Saat ini, kata dia, baru ada tiga cabang JMSI di Sumbar, yakni Payakumbuh, Bukittinggi, dan Pesisir Selatan, tetapi masa kepengurusannya telah berakhir.
“Jadi minimal, dalam periodesasi saya sekarang minimal bisa membentuk cabang JMSI setengah dari jumlah kabupaten kota yang ada di Sumbar,” ungkapnya.
Ia juga menyebut ada daerah yang dapat digabung dalam satu cabang, seperti Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Sementara itu, wilayah yang belum memiliki media online tidak dapat dibentuk cabang JMSI.
Selain penguatan struktur organisasi, Aguswanto juga menyiapkan program kerja berupa kerja sama dengan sekolah dan kampus sebagai bagian dari edukasi JMSI Sumbar kepada generasi muda. Program lain yang disiapkan ialah peningkatan kapasitas pemilik media online di bawah naungan JMSI Sumbar.
“Dengan peningkatan serupa ini mampu meningkatkan pendapatan media online yang mereka miliki bukan dari kerja sama saja, namun juga dari memanfaatkan perkembang teknologi salah satunya melalui Google adsens,” kata Aguswanto.
Sementara itu, Helmi Moesim menilai media pemberitaan memiliki peran penting sebagai alat kontrol sosial bagi publik. Menurut dia, informasi dari media juga dapat membentuk opini masyarakat terhadap lembaga maupun kelompok tertentu.
Ia berharap Musda JMSI Sumbar melahirkan kepengurusan yang solid dan berkomitmen membesarkan organisasi.
“Kita tidak akan sukses kalau kita tidak mempunyai organisasi yang kuat dan saling menjadi komitmen,” ujar Helmi Moesim.
Ia juga meminta pengurus baru JMSI Sumbar menyusun program yang mampu mendorong perkembangan organisasi secara profesional.
“Selain itu, para pengurus JMSI Sumbar yang baru, diminta untuk bisa melahirkan program-program yang menunjang perkembangan organisasi kedepannya secara profesional,” tukasnya.






