Hotspot Menurun, Gubernur Riau Minta Waspadai Karhutla

oleh -243 Dilihat
hotspot-menurun,-gubernur-riau-tetap-minta-warga-siaga-hadapi-ancaman-karhutla
Hotspot Menurun, Gubernur Riau Tetap Minta Warga Siaga Hadapi Ancaman Karhutla

Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya, terutama menjelang puncak musim kemarau. Abdul Wahid, menekankan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan meskipun terjadi penurunan jumlah titik panas dan titik api.

“Ini masa yang rawan. Jangan lengah,” ujarnya saat meninjau kesiapsiagaan penanganan karhutla di Mapolda Riau, Sabtu (26/7/2025).

Wahid mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk kepala desa, RT, RW, dan masyarakat umum, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kehati-hatian. Ia mengingatkan bahaya membakar lahan sembarangan, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama anak-anak yang rentan terhadap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Selain itu, Wahid meminta agar patroli wilayah diperkuat dan masyarakat saling mengingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok di lahan gambut. “Sebagian besar lahan kita gambut. Kalau kering dan ada sumber api, bisa langsung terbakar,” jelasnya. Bahkan, aktivitas memancing pun perlu diawasi.

Pemerintah Provinsi Riau juga menekankan pentingnya pengelolaan air di lahan gambut. Instruksi telah diberikan untuk segera menutup kanal blocking atau penyekat kanal guna menjaga kelembaban tanah gambut. “Jangan biarkan lahan gambut mengering. Kanal-kanal blocking harus ditutup supaya air tetap tertahan dan lahan tetap lembap,” kata Wahid.

Status Tanggap Darurat Karhutla di Riau masih berlaku dan belum akan diturunkan dalam waktu dekat. “Status tanggap darurat tetap berlaku. Kita terus waspada, karena potensi karhutla masih tinggi,” tegasnya.

Sebagai langkah preventif, pemerintah daerah bersama Satgas Karhutla terus melakukan patroli darat dan pemantauan udara untuk mencegah penyebaran titik api dan melindungi masyarakat dari dampak bencana asap.