Fadli Zon Resmikan Museum Budaya di Rumah Tabuik Pasa

oleh -220 Dilihat
menteri-fadli-zon-resmikan-museum-budaya-di-rumah-tabuik-pasa
Menteri Fadli Zon Resmikan Museum Budaya di Rumah Tabuik Pasa

Pariaman – Museum Budaya Kota Pariaman resmi dibuka pada hari Minggu (6/7), bertempat di rumah Tabuik Pasa, Kelurahan Karan Aur, Kecamatan Pariaman Tengah. Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, Wakil Wali Kota Mulyadi, serta perwakilan Forkopimda dan Kepala OPD.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kota Pariaman dalam mendirikan museum tersebut. Ia menekankan pentingnya museum sebagai sarana edukasi dan pengenalan budaya bagi masyarakat luas. “Dengan hadirnya meseum ini, masyarakat Kota Pariaman khususnya dan dari luar umumnya bisa belajar tentang apa yang ada di dalam museum,” ujarnya.

Fadli Zon juga menawarkan bantuan dari Kementerian Kebudayaan RI dalam pengembangan narasi, literasi, edukasi, dan tata pamer museum. Ia mendorong Pemerintah Kota Pariaman untuk mendaftarkan museum tersebut ke Kementerian Kebudayaan RI agar dapat memperoleh bantuan dana. “Kalau museum itu mendapat regitrasi A menerima DAK sebesar Rp2 miliar, registrasi B mendapatkan sebesar Rp1,5 miliar dan Registrasi C mendapatkan sebesar Rp1 miliar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fadli Zon menekankan bahwa museum bukan hanya sekadar tempat penyimpanan artefak, melainkan juga etalase budaya yang penting bagi setiap daerah. “Kita punya 469 museum di seluruh Indonesia. Museum Budaya ini maka bertambah menjadi 470,” katanya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyatakan bahwa Kota Pariaman dikenal luas, bahkan di tingkat nasional. Ia berharap agar museum ini terus diperbaiki dan dapat menjadi daya tarik bagi generasi muda. “Saya melihat di sekitar museum juga sudah ada wifi gratis, ini akan menjadi daya tarik bagi para pemuda dan pelajar untuk mengunjungi museum,” ungkapnya.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Menteri Kebudayaan RI. Ia menjelaskan bahwa museum ini merupakan yang pertama di Kota Pariaman sejak berdiri 23 tahun lalu. “Museum ini merupakan museum pertama di Kota Pariaman dan akan menjadi rumah bagi berbagai koleksi artefak, benda-benda bersejarah, pakaian adat, alat musik tradisional, dan berbagai representasi kekayaan budaya Kota Pariaman dan Sumatra Barat secara keseluruhan,” tuturnya.

Yota Balad menambahkan bahwa museum ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan budaya, tempat penelitian, dan objek wisata yang dapat mendorong kesejahteraan masyarakat. “Keberadaan museum ini bukan hanya sekadar tempat penyimpanan artefak dan benda bersejarah, atau diorama saja, tetapi juga akan menjadi pusat kegiatan budaya, tempat penelitian, dan juga objek wisata yang dapat menarik pengunjung dari dalam maupun luar daerah, yang pada akhirnya akan turut mendorong kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.