Silek Bentuk Karakter Muda: Wagub Sumbar Terus Dorong!

oleh -251 Dilihat
wagub-sumbar-dorong-silek-jadi-napas-pendidikan-karakter-generasi-muda
Wagub Sumbar Dorong Silek Jadi Napas Pendidikan Karakter Generasi Muda

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya melestarikan seni bela diri tradisional Silek Minangkabau. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, yang juga memimpin Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat, menyatakan komitmennya untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya tersebut.

Pada Minggu (29/06/2025), Vasko menjelaskan bahwa Silek bukan hanya sekadar seni bela diri, melainkan bagian integral dari identitas dan filosofi hidup masyarakat Minangkabau. “Silek bukan hanya soal jurus dan tanding. Di dalamnya ada nilai, ada adat, ada akhlak,” ujarnya. Ia menambahkan, “Ini warisan kultural yang harus kita rawat dan kembangkan-bukan hanya dipelajari, tapi juga dihidupi.”

Menurut Vasko, Silek tumbuh dan berkembang dalam lingkungan surau dan nagari, serta tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Setiap gerakan Silek mengandung nilai-nilai kesabaran, penghormatan kepada guru, keteguhan prinsip, dan disiplin, yang dianggap penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian, Vasko telah mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan seluruh SMA/SMK sederajat di Sumatera Barat untuk memasukkan Silek Tradisi Minang sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat identitas generasi muda dan membuka ruang bagi regenerasi Silek di tengah pengaruh budaya global.

Kebijakan tersebut mendapat dukungan dari para Rang Tuo Silek dan tokoh adat dari berbagai nagari, yang melihatnya sebagai bentuk perhatian terhadap budaya lokal. “Kalau silek tak hidup di tanah kelahirannya, di mana lagi ia akan tumbuh? Kita ingin anak-anak kita kembali mengenal gelanggang, kembali bersentuhan dengan guru silek, dan memahami falsafah Minangkabau lewat gerakan dan nilai-nilainya,” kata Vasko.

Vasko menegaskan bahwa pelestarian Silek adalah bagian penting dari strategi pembangunan kebudayaan di Sumatera Barat, dengan tujuan membentuk generasi muda yang kuat secara nilai, tangguh secara mental, dan berakar pada warisan leluhur. Ia menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah nagari, dunia pendidikan, guru Silek, tokoh adat, dan masyarakat luas.

“Ini bukan program satu-dua tahun. Ini komitmen lintas generasi. Kita ingin silek Minangkabau menjadi napas yang dicintai anak-anak muda kita. Lewat silek, mereka belajar nilai-nilai adat, ajaran Islam, dan karakter Minangkabau yang sejati. Dari surau ke sekolah, dari gelanggang ke dunia,” pungkasnya.

Melalui IPSI Sumatera Barat, Vasko juga tengah menyusun berbagai program strategis, termasuk pelatihan pelatih, sertifikasi guru Silek, festival Silek antar-nagari, dan diplomasi budaya di tingkat nasional dan internasional.

Komitmen ini, menurutnya, bukan hanya tentang pelestarian budaya, tetapi juga tentang memperkuat jati diri dan keberanian masyarakat Minangkabau dalam melestarikan warisan nenek moyang sebagai fondasi peradaban.