Rahmat Saleh : Pendidikan Investasi Besar bagi Sumbar

oleh -321 Dilihat

Padang – Di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2025, Rahmat Saleh mengajak masyarakat dan pemangku kebijakan di Sumatera Barat untuk tidak larut dalam seremoni belaka.

Ia menekankan, Hardiknas seharusnya menjadi momen evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pendidikan yang masih jauh dari kata merata.

Di sela kegiatan di Padang, Rahmat menyuarakan keprihatinannya terhadap ketimpangan pendidikan antara kota dan daerah tertinggal.

Infrastruktur yang belum memadai, keterbatasan tenaga pendidik, hingga minimnya akses internet di era digital menjadi tantangan nyata yang ia soroti.

“Masih ada anak-anak di pelosok Sumbar yang belajar tanpa guru tetap, tanpa laboratorium, bahkan tanpa sinyal internet. Ini bukan sekadar data, tapi kenyataan yang kita biarkan terlalu lama,” ujar Rahmat.

Lewat program SumbarCerdas, inisiatif yang telah ia jalankan sejak di DPRD Sumbar, Rahmat mencoba menghadirkan solusi jangka panjang.

Program ini berfokus pada pembinaan generasi muda dan pemerataan akses pendidikan yang berkeadilan.

Ia percaya, anak muda Sumatera Barat memiliki potensi besar. Namun tanpa sistem yang mendukung, potensi itu bisa terabaikan.

“Anak-anak Sumbar punya semangat dan kemampuan. Yang mereka butuhkan hanyalah akses dan kesempatan yang setara,” katanya.

Rahmat juga menyoroti pendekatan sentralistik pemerintah pusat dalam menyusun kebijakan pendidikan.

Ia mendorong pendekatan partisipatif dari daerah agar kebijakan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan lokal.

“Jangan semua keputusan ditarik ke Jakarta. Daerah punya suara, punya konteks. Itu yang harus mulai kita dengar,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar kepala daerah di Sumatera Barat benar-benar memprioritaskan pendidikan sebagai fondasi pembangunan masa depan.

“Kalau bicara investasi jangka panjang, pendidikan adalah kunci. Hasilnya mungkin tidak langsung, tapi dampaknya bisa menentukan arah Sumbar 20 hingga 30 tahun mendatang,” jelasnya.

Bagi Rahmat, pendidikan bukanlah fasilitas mewah, melainkan hak dasar yang harus dijamin untuk seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali.

“Hardiknas bukan hanya peringatan, tapi panggilan untuk bertindak. Kita harus memastikan tidak ada lagi anak Sumbar yang tertinggal hanya karena tempat lahirnya,” tutupnya.