Kabut Asap Paksa Siswa SD-SMP di Padang Belajar Daring

oleh -18 Dilihat
akibat-kabut-asap,-yopi-krislova-tetapkan-pembelajaran-daring-di-padang-hingga-17-oktober
Akibat Kabut Asap, Yopi Krislova Tetapkan Pembelajaran Daring di Padang hingga 17 Oktober

Padang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang mengalihkan metode pembelajaran tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring untuk siswa PAUD/TK, SD, dan SMP. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

Langkah ini bertujuan melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik serta warga satuan pendidikan. Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova, menyatakan, “Keselamatan serta kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik adalah prioritas utama kami.”

PJJ diberlakukan mulai Rabu, 14 Oktober, hingga Sabtu, 17 Oktober 2026. Ketentuan ini tertuang dalam Surat Edaran Disdikbud Kota Padang Nomor 400.3/35/Dikbud-Pdg/X/2026.

Seluruh siswa jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP diwajibkan mengikuti pembelajaran dari rumah. Pada Rabu, 14 Oktober 2026, siswa yang masih di sekolah dipulangkan paling lambat pukul 12.00 WIB, dilanjutkan pembelajaran daring.

Sekolah diminta memanfaatkan platform digital atau media komunikasi lain yang sesuai. Disdikbud menekankan agar pembelajaran daring tidak membebani siswa dan mempertimbangkan kemampuan serta akses yang dimiliki.

Keaktifan siswa saat PJJ akan dihitung sebagai kehadiran. Hal ini diharapkan tidak menghambat keberlangsungan pendidikan selama kabut asap masih menjadi perhatian.

Sementara itu, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap masuk sekolah untuk melaksanakan PJJ dari lingkungan sekolah.

Orang tua diminta berperan aktif mengawasi anak selama jam belajar di rumah. Mereka diimbau membatasi aktivitas luar ruangan dan memastikan anak menggunakan masker jika terpaksa keluar.

“Kami meminta orang tua murid untuk mengawasi anak-anak agar tetap belajar dari rumah, membatasi aktivitas luar ruangan, dan selalu menggunakan masker medis atau pelindung pernapasan jika terpaksa harus keluar rumah,” kata Yopi Krislova.

Kerja sama antara sekolah dan keluarga menjadi kunci perlindungan bersama. Orang tua diharapkan memastikan anak mengikuti arahan guru dan menghindari paparan kabut asap.

Penerapan PJJ ini menunjukkan pentingnya penyesuaian kegiatan pendidikan saat kondisi lingkungan berpotensi mengganggu kesehatan. Keberlangsungan pendidikan diupayakan melalui metode yang menyesuaikan kebutuhan siswa.

Yopi Krislova menegaskan kembali bahwa perlindungan kesehatan menjadi pertimbangan utama. Ia mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan hingga kualitas udara membaik.