Perkuat SDM, Gubernur Sumbar Dorong Fikih Moderat Wasathiyah

oleh -12 Dilihat
mahyeldi-dorong-penguatan-fikih-wasathiyah-untuk-menjawab-tantangan-keagamaan-kontemporer
Mahyeldi Dorong Penguatan Fikih Wasathiyah untuk Menjawab Tantangan Keagamaan Kontemporer

Padang – Pakar syariah asal Suriah, Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm, didatangkan ke Sumatera Barat untuk memperkuat pemahaman fikih moderat atau wasathiyah bagi para pendidik dan dai. Langkah ini menjadi strategi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mencetak SDM berkarakter jelang Indonesia Emas 2045.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, membuka langsung Nadwah Fiqhiyyah Internasional tersebut di Aula Kantor Gubernur, Rabu (29/7/2026). Ia menegaskan bahwa penguatan nilai agama merupakan pilar fundamental yang harus sejalan dengan ketahanan pangan dan energi.

Mahyeldi menilai kehadiran ulama dari Suriah ini sangat krusial bagi pengembangan wawasan keilmuan Islam di daerah. Menurutnya, pendekatan wasathiyah adalah solusi terbaik untuk menjawab tantangan zaman tanpa harus menanggalkan prinsip syariat.

“Umat harus disuguhi pemahaman yang menghadirkan kedamaian, ketenangan, serta menjaga persatuan. Adapun pembahasan yang bersifat mendalam memiliki forum tersendiri di kalangan para ulama,” ujar Mahyeldi.

Gubernur menjelaskan, tradisi keilmuan Suriah memiliki kedekatan historis dengan Indonesia, khususnya dalam mazhab Syafi’i. Ia berharap kolaborasi lintas negara ini memberikan inspirasi bagi para pegiat dakwah di Sumatera Barat dalam merespons persoalan kontemporer.

Forum yang diinisiasi Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Sumbar ini diikuti oleh 100 peserta dari kalangan akademisi dan praktisi keislaman. Kegiatan berlangsung intensif selama tujuh jam dengan membedah metodologi fikih kontemporer langsung dalam bahasa Arab.

Ketua Panitia, Dr. Defrinal, MA, menyebutkan bahwa pembatasan jumlah peserta dilakukan demi menjaga efektivitas diskusi. Sementara itu, Wakil Ketua IKADI Sumbar, Muhammad Rido, mengapresiasi dukungan Pemprov Sumbar yang dinilai sangat peduli pada penguatan ilmu syariah.

Dukungan serupa juga datang dari anggota DPR RI, Rahmat Saleh. Ia berkomitmen akan membawa isu penguatan kajian keislaman ini ke dalam agenda reses agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.