Padang – Ajang Padang International Animation & Game Expo (PIAGEX) 2026 resmi menjadi wadah inkubator bagi talenta muda daerah untuk unjuk gigi di kancah global. Gelaran yang berlangsung di Bagindo Aziz Chan Youth Center ini diharapkan mampu memacu ekonomi digital di Kota Padang.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat meninjau lokasi acara pada Minggu (26/7/2026), mendorong para pelajar dan mahasiswa untuk mengubah pola pikir. Ia ingin generasi muda tidak lagi sekadar menjadi target pasar produk digital asing, melainkan menjadi produsen teknologi yang mandiri.
“Coding, animasi, game, dan content creation adalah keniscayaan hari ini,” tegas Fadly.
Menurutnya, penguasaan keterampilan teknis seperti coding hingga kemampuan storytelling sangat vital untuk menciptakan karya yang kompetitif. Pemko Padang pun menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pembinaan berkelanjutan agar talenta lokal memiliki daya saing internasional.
Ketua Panitia PIAGEX 2026, Bayu R. Fajri, menyebut ajang ini sebagai titik temu strategis antara akademisi dan pelaku industri. Pertemuan ini difasilitasi melalui serangkaian pameran, kompetisi, hingga sesi talk show bersama praktisi profesional.
“PIAGEX 2026 mempertemukan pelajar, mahasiswa, akademisi, hingga pelaku industri dari dalam dan luar negeri melalui pameran, kompetisi, dan talk show,” ujar Bayu.
Pagelaran yang berlangsung sejak 25 hingga 27 Juli 2026 ini menyajikan berbagai kompetisi intensif bagi peserta. Ragam perlombaan tersebut mulai dari desain game untuk tingkat SMP, pengembangan game edukasi bagi tenaga pengajar, hingga adu keahlian live coding bagi siswa.
Melalui rangkaian kegiatan ini, panitia optimistis bahwa PIAGEX dapat menjadi motor penggerak percepatan ekonomi digital di Kota Padang. Harapannya, lahir inovator-inovator muda yang mampu membawa perubahan bagi industri kreatif nasional.






