Mengenang Momen Haru Adi Bermasa di Tanah Suci

oleh -14 Dilihat
tangis-haru-di-jamarat-dan-juice-jeruk-yaman
TANGIS HARU DI JAMARAT DAN JUICE JERUK YAMAN

Padang – Dunia pers Sumatera Barat berduka. Wartawan senior sekaligus mantan karyawan Harian Singgalang, Drs. H. Aditiawarman atau yang akrab disapa Pak AB, tutup usia pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Almarhum mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Jalan Aster Flamboyan, Padang, dan telah dimakamkan di kampung halamannya di Ampang Gadang, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Kabar kepergian sosok yang dikenal humoris namun berwibawa ini meninggalkan kesan mendalam bagi rekan sejawatnya, salah satunya Wardas Tanjung. Dalam kenangannya, Wardas menuturkan bahwa Pak AB merupakan sosok mentor yang selalu memotivasi rekan-rekannya untuk tetap produktif dan disiplin, terutama saat mereka menjalankan ibadah haji bersama pada tahun 1996.

Wardas menceritakan momen ketika ia sempat merasa lemah akibat demam saat berada di Mekah. Saat itu, Pak AB dengan tegas memotivasinya agar tidak menyerah pada rasa malas.

“Angku paturuikkan maleh tu beko maleh taruih ka masjid. Iko di Makah awak mah. Lawan maleh tu,” kenang Wardas menirukan ucapan mendiang Pak AB saat itu. Berkat motivasi tersebut, Wardas akhirnya bangkit dan tidak pernah absen melaksanakan salat subuh di Masjidil Haram.

Kenangan emosional lainnya terjadi saat prosesi melontar jumrah Aqabah. Di tengah lelahnya perjalanan dari Armuzna, keduanya sempat larut dalam suasana haru. Wardas mengungkapkan, tangisnya pecah saat menyadari bahwa ibadah hajinya telah sampai pada tahap tahallul.

“Dengan lah tahalul ashghar tadi berarti awak kini lah haji. Ndak tabayang do ambo bisa haji,” ujar Wardas. Mendengar pengakuan itu, Pak AB pun ikut menangis haru, menandai momen spiritual yang tak terlupakan bagi keduanya di terowongan Almuaisim.

Selain sisi spiritual, Wardas juga mengenang kehangatan Pak AB saat berinteraksi dengan warga lokal di Arab Saudi. Keduanya kerap menghabiskan waktu luang dengan bercengkrama bersama pedagang jus jeruk asal Yaman. Meski terkendala bahasa, Pak AB selalu berhasil mencairkan suasana dengan candaannya, membuat sang pedagang kerap tertawa lepas.

Kini, sosok yang menjadi bagian dari komunitas alumni wartawan “Dunsanak Veteran 17” tersebut telah berpulang. Kepergian Pak AB meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan jurnalis yang pernah berjuang dan berbagi kenangan manis bersamanya di tanah suci.