Pemko Padang Panjang Perketat Pengawasan Harga Pangan Daerah

oleh -20 Dilihat
pemko-padang-panjang-perketat-pengawasan-harga-pangan-daerah
Pemko Padang Panjang Perketat Pengawasan Harga Pangan Daerah

Padang Panjang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang mencatatkan stabilitas harga pangan yang cukup terjaga pada minggu kedua Juni 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Perkembangan Harga (IPH) di wilayah tersebut berada di angka minus 0,32 persen, yang mengindikasikan fluktuasi harga masih dalam batas rendah.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Alvi Sena, menyatakan bahwa pihaknya terus mengintensifkan pengawasan di lapangan untuk menjaga daya beli masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons atas arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi nasional baru-baru ini.

“Kami terus memantau pergerakan harga secara intensif guna mencegah gejolak inflasi yang berpotensi merugikan masyarakat,” ujar Alvi Sena.

Dalam pemantauan tersebut, Pemko Padang Panjang mencatat dinamika harga yang bervariasi. Sebanyak delapan komoditas, termasuk daging ayam broiler, telur, dan berbagai jenis cabai, mengalami penurunan harga. Kondisi ini dipicu oleh melimpahnya pasokan di tingkat peternak serta masuknya masa panen di daerah sentra produksi.

Di sisi lain, terdapat tiga komoditas yang justru mengalami kenaikan harga, yakni bawang putih, kacang tanah, dan terong. Alvi menjelaskan bahwa kenaikan tersebut disebabkan oleh kendala pasokan dari daerah penghasil.

“Khusus untuk bawang putih, kenaikan harga dipicu oleh ketergantungan pada impor serta pelemahan nilai tukar rupiah yang memengaruhi rantai distribusi,” tambahnya.

Sebagai informasi, inflasi Kota Padang Panjang pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,73 persen secara tahunan (year on year). Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi lintas sektor guna memastikan ketersediaan pangan tetap aman, terutama dalam mengantisipasi periode menjelang Idul Adha 2026.