Jemaah Haji Pessel Meninggal Dunia di Mekkah

oleh -85 Dilihat
jemaah-haji-asal-pessel-meninggal-dunia-di-mekkah
Jemaah Haji Asal Pessel Meninggal Dunia di Mekkah

Makkah – Seorang jemaah haji asal Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Imam Kanapi, wafat di Makkah, Arab Saudi, pada Rabu (20/5/2026). Jemaah berusia 81 tahun yang tergabung dalam Kloter PDG 11 itu mengembuskan napas terakhir di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah sekitar pukul 13.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Sebelum meninggal, Imam sempat menjalani penanganan medis intensif setelah mengalami syok kardiogenik yang dipicu riwayat penyakit jantung. Kondisinya disebut menurun sejak beberapa hari sebelumnya.

Ketua Kloter PDG 11, Ermizaldi, mengatakan Imam sempat mengeluhkan batuk dan nafsu makan yang berkurang. Namun saat itu, ia masih sadar dan dapat berkomunikasi dengan petugas.

“Beliau masih bisa diajak komunikasi dan masih makan sedikit-sedikit,” ujar Ermizaldi melalui pesan seluler, Kamis (21/5/2026).

Kondisi Imam memburuk secara mendadak pada sekitar pukul 13.00 WAS hingga tidak sadarkan diri. Petugas kesehatan kloter segera membawa almarhum dengan ambulans ke KKHI Makkah, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Pembimbing ibadah kloter, Asrizal, menyebut Imam berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya, Kasiyati. Ia juga sudah menuntaskan rangkaian umrah wajib setelah tiba di Makkah pada 17 Mei 2026.

Usai disalatkan di Masjidil Haram, jenazah Imam dimakamkan di pemakaman Syara’i, Makkah. Proses pemakaman berlangsung dengan pendampingan petugas kloter.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya jemaah tersebut. Ia mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Rifki juga mengingatkan jemaah, terutama lanjut usia, agar disiplin menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji di Armuzna. Ia menilai pembatasan aktivitas sangat penting di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi.

“Kurangi aktivitas fisik yang menguras tenaga. Jika ingin beribadah di Masjidil Haram, diutamakan malam hari dan tetap didampingi petugas, terutama bagi jemaah lansia,” tegasnya.

Sebelumnya, dua jemaah asal Embarkasi Padang juga dilaporkan wafat saat berada di Madinah. Mereka adalah Tukiman Sadi Kromo Karso (54) asal Bengkulu dan Yunilis Muin (73) asal Kota Bukittinggi, yang kini telah dimakamkan di pemakaman Baqi, Madinah.