Gubernur Mahyeldi Soroti Dampak Positif Gebyar Gebu Minang untuk UMKM

oleh -28 Dilihat
gebyar-gebu-minang-kota-padang,-gubernur-mahyeldi-sorot:-dampak-positif-bagi-umkm
Gebyar Gebu Minang Kota Padang, Gubernur Mahyeldi Sorot: Dampak Positif bagi UMKM

Padang – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membuka Gebyar Gebu Minang Kota Padang yang dirangkai dengan jalan santai dan senam massal di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (17/5/2026). Kegiatan ini menarik ribuan peserta dan dimeriahkan dengan doorprize, termasuk sepeda listrik dan hadiah hiburan lainnya.

Acara tersebut dihadiri pengurus DPP Gebu Minang, DPW Gebu Minang Sumbar, unsur Forkopimda Provinsi dan Kota Padang, Direksi Bank Nagari sebagai sponsor utama, serta pengurus Gebu Minang tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Padang. Ratusan pelaku UMKM juga meramaikan kawasan Car Free Day.

Mahyeldi menegaskan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang silaturahmi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Ia menyebut kegiatan semacam ini sejalan dengan program pemerintah provinsi yang mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat.

“Ini kegiatan yang sangat positif. Sejalan dengan program provinsi yang memang mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan berolahraga,” kata Mahyeldi.

Ia menjelaskan, sejak beberapa tahun terakhir Pemprov Sumbar rutin menggelar Car Free Day setiap Minggu pagi di Jalan Sudirman, Kota Padang. Kegiatan itu, kata dia, memberi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, dan menjalankan aktivitas ekonomi secara aman dan nyaman.

“Hari ini dari Gebu Minang saja diperkirakan sekitar 10 ribu peserta. Kalau digabung dengan masyarakat umum yang rutin hadir di CFD, saya kira jumlahnya tidak kurang dari 30 ribu orang. Coba kita bayangkan, berapa besar dampak ekonominya,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat di CFD ikut memberi dampak ekonomi yang besar bagi pelaku UMKM yang berjualan di sepanjang lokasi kegiatan.

“Dari jam 6 pagi sampai jam 10, masyarakat berbelanja. Ada yang langsung dikonsumsi, ada yang dibawa pulang. Satu outlet bisa menghasilkan Rp1 juta sampai Rp1,5 juta hanya dalam beberapa jam,” ungkapnya.

Mahyeldi mengatakan sebagian besar pelaku usaha yang hadir adalah generasi muda dan mahasiswa yang sedang belajar berwirausaha. Karena itu, pemerintah provinsi terus mendukung kegiatan yang membuka ruang bagi anak muda untuk berkembang di dunia usaha.

“Kita dukung dan fasilitasi karena ini menjadi ruang belajar bagi milenial untuk berbisnis dan berdagang,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada perantau Minang, khususnya Gebu Minang, yang dinilai konsisten melestarikan budaya Minangkabau di mana pun berada dan membantu masyarakat di kampung halaman, termasuk saat terjadi bencana.

“Kami berterima kasih kepada Gebu Minang Pusat dan para perantau yang selalu hadir membantu kampung halaman. Ketika musibah terjadi, para perantau juga turun langsung membantu masyarakat,” ucapnya.

Mahyeldi menambahkan, kecintaan perantau terhadap budaya Minangkabau juga terlihat dari semakin banyaknya Rumah Gadang yang dibangun di luar negeri, seperti di Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Thailand, hingga Jepang.

“Perantau Minang punya kebanggaan besar terhadap budayanya. Mereka menjaga budaya Minang di mana pun berada dan ini sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

Ketua Gebu Minang Kota Padang Endrizal mengatakan kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan kembali Gebu Minang setelah sempat vakum dari berbagai aktivitas besar selama beberapa tahun terakhir.

“Tahun 90-an sampai 2000-an Gebu Minang sangat menyala. Setelah kami dilantik akhir 2025, kami ingin menghidupkan kembali semangat itu dimulai dari Kota Padang,” katanya.

Endrizal menuturkan, Gebu Minang ke depan akan fokus bergerak di bidang ekonomi dan kebudayaan. Karena itu, mayoritas peserta dan tenant yang hadir berasal dari kalangan UMKM.

“Sebanyak 99 persen peserta hari ini adalah UMKM Kota Padang dan sekitarnya. Ini memang ajang pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, Gebu Minang Pusat juga menyerahkan bantuan pascabencana berupa 20 unit gerobak usaha serta bantuan ternak ayam lengkap dengan kandang dan pakan bagi kelompok masyarakat terdampak di Lubuk Minturun dan Pasie Nan Tigo.